^
Makna Dari Butir - Butir Pancasila Dalam Ayat Al – Qur’an ^
Sila
I ( Pertama ) :

|
|
Artinya
:
“Dan
Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah
lagi Maha Penyayang.” ( QS. 2 :163 )
Hubungan
antara sila pertama dengan ayat ( QS. 2 : 163 ) :
Inti sila
Ketuhanan Yang Maha Esa adalah kesesuaian sifat-sifat dan hakikat Negara dengan
hakikat Tuhan. Dalam segala
aspek penyelenggaraan Negara Indonesia harus sesuai dengan hakikat nila-nilai
yang berasal dari tuhan, yaitu nila-nilai agama. Hubungan manusia dengan tuhan, yang menyangkut segala
sesuatu yang berkaitan dengan kewajiban manusia sebagai makhluk tuhan
terkandung dalam nilai-nilai agama. Maka sudah menjadi suatu keharusan bagi Negara untuk
merealisasikan nilai-nilai agama yang berasal dari tuhan.
Jadi, hubungan
ayat QS. 2 : 163 dengan sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa), yaitu ini sila
Ketuhanan Yang Maha Esa adalah kita harus meyakini bahwa Tuhan kita hanya Esa,
yakni satu dan tidak ada selain dia (Tuhan). Dan selain itu hanya Allah-lah
yang Maha Pemurah lagi Maha penyayang untuk hambanya yang hidup di dunianya.
Sila
II ( Kedua ) :


Artinya
:
“Orang-orang
beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah ( perbaikilah
hubungan ) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu
mendapat rahmat.”
(
QS 49 :10 ).
Hubungan
antara sila Kedua dengan ayat ( QS. 49 : 10 ) :
Inti sila kemanusiaan yang adil
dan beradab adalah landasan manusia. Konsekuensinya dalam setiap aspek
penyelengaraan Negara antara lain hakikat Negara, bentuk Negara, tujuan Negara,
kekuasaan Negara, moral Negara dan para penyelenggara Negara. harus sesuai
dengan sifat-sifat dan hakikat manusia. Maka segala aspek penyelenggaraan
Negara harus sesuai dengan hakikat dan sifat-sifat manusia Indonesia.
Maka hubungan ayat QS. 49 : 10
dengan sila kedua ( Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab ), yakni sila Kemanusiaan
Yang Adil Dan Beradab adalah sebagai orang yang beriman, seharusnya kita harus
bersaudara dan adil terhadap saudara – saudara kita ( manusia ). Oleh sebab itu
berdamailah dan perbaikilah sikap – sikap antara saudara – saudara kita, agar
kita diberi rahmat dan jalan yang lurus oleh Allah SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar