Senin, 16 Desember 2013

Makna Butir - butir Pancasila

^ Makna Dari Butir - Butir Pancasila Dalam Ayat Al – Qur’an ^

Sila I ( Pertama ) :
http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRLXYGK0HIkfzNnmxTpF6vJKitDxdq6uWvdPGzcZ6CjzU6IvH_Aow1BBA




http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/2/2_163.png
Artinya :
“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” ( QS. 2 :163 )
Hubungan antara sila pertama dengan ayat ( QS. 2 : 163 )            :
Inti sila Ketuhanan Yang Maha Esa adalah kesesuaian sifat-sifat dan hakikat Negara dengan hakikat Tuhan. Dalam segala aspek penyelenggaraan Negara Indonesia harus sesuai dengan hakikat nila-nilai yang berasal dari tuhan, yaitu nila-nilai agama. Hubungan manusia dengan tuhan, yang menyangkut segala sesuatu yang berkaitan dengan kewajiban manusia sebagai makhluk tuhan terkandung dalam nilai-nilai agama. Maka sudah menjadi suatu keharusan bagi Negara untuk merealisasikan nilai-nilai agama yang berasal dari tuhan.
Jadi, hubungan ayat QS. 2 : 163 dengan sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa), yaitu ini sila Ketuhanan Yang Maha Esa adalah kita harus meyakini bahwa Tuhan kita hanya Esa, yakni satu dan tidak ada selain dia (Tuhan). Dan selain itu hanya Allah-lah yang Maha Pemurah lagi Maha penyayang untuk hambanya yang hidup di dunianya.


Sila II ( Kedua ) :
http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQUTRMWsBgbWK0PGxWtS8DweU6iFU3tVjrb-c3yoT5ZKCWK1D7p1IuKA_U


http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/images/49/49_10.png
Artinya :
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah ( perbaikilah hubungan ) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”
( QS 49 :10 ).
Hubungan antara sila Kedua dengan ayat ( QS. 49 : 10 )   :
Inti sila kemanusiaan yang adil dan beradab adalah landasan manusia. Konsekuensinya dalam setiap aspek penyelengaraan Negara antara lain hakikat Negara, bentuk Negara, tujuan Negara, kekuasaan Negara, moral Negara dan para penyelenggara Negara. harus sesuai dengan sifat-sifat dan hakikat manusia. Maka segala aspek penyelenggaraan Negara harus sesuai dengan hakikat dan sifat-sifat manusia Indonesia.
Maka hubungan ayat QS. 49 : 10 dengan sila kedua ( Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab ), yakni sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab adalah sebagai orang yang beriman, seharusnya kita harus bersaudara dan adil terhadap saudara – saudara kita ( manusia ). Oleh sebab itu berdamailah dan perbaikilah sikap – sikap antara saudara – saudara kita, agar kita diberi rahmat dan jalan yang lurus oleh Allah SWT.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar