BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang.
Dalam
kehidupan sekarang banyak sekali orang yang berlomba – lomba untuk bersedekah
kepada orang lain, akan tetapi banyak pula orang – orang yang masih acuh tak
acuh kepada sesame muslim untuk besedekah. Bersedekah adalah
suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara
spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu.
Meningkatnya taraf hidup adalah perbuatan yang menunjukkan perkembangan mereka
dalam kehidupan mereka sendiri, dan meningkatnya taraf hidup ini terjadi jika
seseorang tersebut juga berusaha bagaiman caranya untuk meningkatkan taraf
hidupnya sendiri.
Para fuqaha sepakat hukum
sedekah pada dasarnya adalah sunah, berpahala bila dilakukan dan tidak berdosa
jika ditinggalkan. Di samping sunah, adakalanya hukum sedekah menjadi haram
yaitu dalam kasus seseorang yang bersedekah mengetahui pasti bahwa orang yang
bakal menerima sedekah tersebut akan menggunakan harta sedekah untuk
kemaksiatan. Terakhir ada kalanya juga hukum sedekah berubah menjadi wajib,
yaitu ketika seseorang bertemu dengan orang lain yang sedang kelaparan hingga
dapat mengancam keselamatan jiwanya, sementara dia mempunyai makanan yang lebih
dari apa yang diperlukan saat itu. Hukum sedekah juga menjadi wajib jika
seseorang bernazar hendak bersedekah kepada seseorang atau lembaga
Sedekah lebih utama
diberikan kepada kaum kerabat atau sanak saudara terdekat sebelum diberikan
kepada orang lain. Kemudian sedekah itu seyogyanya diberikan kepada orang yang
betul-betul sedang mendambakan uluran tangan. Mengenai kriteria barang yang
lebih utama disedekahkan, para fuqaha berpendapat, barang yang akan
disedekahkan sebaiknya barang yang berkualitas baik dan disukai oleh
pemiliknya.
Dari beberapa pendapat
yang diajukan oleh para fuqaha, dapat dikatakan bahwa besedekah juga dapat
meningkatkan taraf hidup umat muslim. Meningkatkan taraf hidup bukan hanya
untuk mencari harta semata. Namun, hikmah dari sedekah juga dapat meningkatkan
taraf hidup. Seperti, melipat gandanya pahala kita, menghapus dosa,
mendatangkan kegembiraan, dll.
Berdasarkan hasil
referensi majalah maupun bulletin dan website pada tanggal 14 Oktober 2012
didapatkan bahwa adanya korelasi bersedekah dengan meningkatnya taraf hidup.
Berdasarkan latar belakang
tersebut diatas penulis tertarik untuk memilih judul “Korelasi Bersedekah
Dengan Meningkatnya Taraf Hidup”. Sehingga untuk lebih jelasnya kami perlu
untuk menjelaskannya didalam sebuah makalah yang akan kami presentasikan.
B.
Rumusan
Masalah.
1. Apakah pengertian
Sedekah?
2. Apa saja anjuran
untuk bersedekah?
3. Sebutkan contoh
bersedekah?
4. Apa saja kebaikan
dan keutamaan bagi seseorang yang bersedekah?
5. Bagaimanakah bersedekah
dapat meningkatkan taraf hidup?
C.
Tujuan.
1.
Untuk mengetahui Korelasi
Bersedekah dengan Meningkatnya Taraf Hidup.
2. Agar dapat mengetahui Korelasi Bersedekah dengan
Meningkatnya Taraf Hidup.
D.
Manfaat.
1.
Untuk menambah
wawasan tentang Korelasi
Bersedekah dengan Meningkatnya Taraf Hidup.
2. Untuk
mengetahui lebih dalam tentang Korelasi Bersedekah dengan
Meningkatnya Taraf Hidup.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Judul :
Korelasi Bersedekah dengan
Meningkatnya Taraf Hidup.
B. Sistematika :
1.
Pengertian
Sedekah.
2.
Anjuran untuk
bersedekah.
3.
Contoh
bersedekah.
4.
Kebaikan dan
keutamaan bagi seseorang yang bersedekah.
5.
Bersedekah dapat
meningkatkan taraf hidup.
C. Anotasi.
|
No.
|
Rujukan
|
Deskripsi
|
|
|
|
|
|
1.
|
Baihaqi,
Ahmad, (2011), Kisah Berkahnya
Bersedekah, Al Kisah, Vol. 18, hal
7.
|
Sedekah merupakan elemen utama dalam hal ini. Kata sedekah atau shadaqah
disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak 15 kali dan semuanya turun pasca-hijrah,
yakni di Madinah. Sedekah berasal dari kata shadaqah, yang berarti “benar”.
Menurut pengertian istilah syari’at, sedekah berarti “segala pemberian amal
derma di jalan Allah”. Pengertian sedekah lebih luas daripada infak. Infak
berkaitan dengan materi, sedang sedekah juga menyangkut hal yang non-materi.
Dari segi makna syar’i, hampir tidak ada perbedaan makna antara sedekah dan
zakat. Bahkan, Al-Qur’an sering menggunakan kata sedekah dalam pengertian
zakat.
Sedekah tidak harus
dengan mengeluarkan sejumlah materi atau uang. Tetapi semua amal kebajikan
yang dilakukan seorang muslim, seperti menjaga kebersihan lingkungannya,
bersopan-santun, bahkan sekadar memberikan senyuman pun, tergolong sedekah.
Termasuk membaca tasbih, takbir, tahmid, tahlil, hingga bersenggama dengan
istri, adalah sedekah.
Sedekah harus menjadi makanan pokok dalam hidup kita,
baik dalam keadaan kaya maupun miskin. Jangan jadikan kemiskinan sebagai
tembok penghalang untuk bersedekah. Bahkan dalam sebuah hadits, Rasulullah
SAW menyatakan bahwa Allah menyukai orang kaya yang dermawan, namun Allah
lebih menyukai orang miskin yang dermawan. Banyak kisah, baik dalam
kitab-kitab maupun pengalaman pada masa kini, yang telah menceritakan
keberkahan yang melimpah setelah seseorang bersedekah.
|
|
2.
|
Bin Harun hafizhahullahu ta’ala, Al-Ustadz Hasan, (2012), Wahai Saudaraku, Jauhilah Sifat Kikir, Al Ilmu, hal. 1. |
Anjuran Sedekah yatiu, Bahwasanya menyembunyikan sedekah itu
lebih utama daripada menampakkannya karena lebih mendekati keikhlasan dan
menyembunyikan orang yang menerima sedekah tersebut.
Menjelaskan bahwa harta tidak akan berkurang jika dilihat dari beberapa sisi yaitu, Hartanya akan
diberkahi dan berbagai mudharat (bahaya) akan tercegah dari
pelakunya. Maka tertutuplah berkurangnya harta itu dengan berkah yang
tersembunyi. Hal ini bisa diketahui dengan indera dan kebiasaan.
|
|
3.
|
Yahya, Buya, (2010), Budayakan Bersedekah Dalam Keluarga, Auliyah, XXIII, hal. 3.
|
Tak
perlu menunggu kaya raya untuk berbagi. Ada seorang tukang becak yang
penghasilannya terbatas pun ternyata masih bisa juga berbagi. Bagaimana ia
mengolah niat baiknya itu? Kalau memenuhi keinginan, pasti tak kan pernah
cukup. Akhirnya ia memutuskan untuk berbagi. Yaitu selama kerja seminggu,
khusus hari jumat dia tidak meminta upah pada penumpangnya. Saat para
penumpangnya memberikan uang upah, ia menolak dengan halus. “Hari ini saya
ingin bersedekah.” Katanya sopan.
|
|
4.
|
Saidi, (2010), Kelebihan
Bersedekah, Tersedia pada www.justin.tv, Di akses pada tanggal 14 Oktober
2012.
|
beberapa kebaikan bagi orang yang bersedekah:
*Kebaikan di dunia:
a. Membersihkan harta.
b. Menyucikan diri kita daripada dosa-dosa
kecil. Dosa besar kena taubat.
c. Menjauhi diri kita dari bala' dan penyakit.
d. Mendatangkan kegembiraan kepada fakir miskin
serta mengikis perasaan cemburu mereka kepada orang kaya.
e. Allah akan memberkai harta kita dan
menambahkan rezki yang kita tidak sangka-sangka.
*Keutamaan Bersedekah :
a.
Menghapus dosa.
Pengampunan dosa ini
tentu saja disertai taubat sepenuh hati, dan tidak kembali melakukan
perbuatan-perbuatan tercela serta terhina seperti sengaja bermaksiat, seperti
korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang, atau mengambil harta anak
yatim.
b.
Mendapatkan
naungan di hari akhir.
c.
Memberikan keberkahan harta.
Hal ini sesuai dengan
hadist Rasulullah saw yang berbunyi, “Harta tidak akan berkurang dengan
sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan
baginya.” (HR. Muslim).
d.
Pahalanya
dilipat gandakan.
Hal ini sebagaimana
janji Allah SWT di dalam al-Quran. “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah
baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang
baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi
mereka pahala yang banyak.” (Qs; al-Hadid: 18)
e.
Dibukakan
pintu surga.
Terdapat
pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang bersedekah. Orang
memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil
oleh salah satu dari pintu surga.
|
|
5.
|
‘Alad Dar, Fatawa Nurun, (2010),
Bertutur Yang Baik dan Berwajah Yang Manis, Al-Ilmu, Vol. 5, Number 8, hal. 1.
|
Bersikap ramah kepada saudara dan bertutur yang baik jelas
merupkan amalan kebaikan, bahkan bila seseorang tidak mendapatkan harta untuk
disedekahkannya di jalan Allah subhanahu wa ta’ala maka mengucapkan
kalimat yang baik dapat menggantikannya.
Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda: “Senyumanmu di wajah saudaramu (seagama)
adalah sedekah.” (HR. At-Tirmidzi no.1956, dishahihkan Asy-Syaikh Albani
dalam Shahih
Sunan At-Tirmidzi dan Ash-Shahihah no.572)
Maksud hadits di atas, engkau menampakkan wajah cerah,
berseri-seri dan penuh senyuman ketika bertemu dengan saudaramu akan dibalas
dengan pahala sebagaimana engkau diberi pahala karena mengeluarkan sedekah. (Tuhfatul Ahwadzi,
kitab Al-Birr wash Shilah, bab Ma Ja’a fi Shana’I Al-Ma’ruf,
ketika membahas hadits diatas).
|
|
|
|
|
D. Menulis.
Sedekah
berasal dari kata Shadaqah yang berarti ”benar”. Sadekah merupakan segala amal
yang dilakukan dijalan Allah secara spontan dan sukarela tanpa ada batasan
tertentu. Maksud dari melakukan segala amal yakni memberikan
sesuatu yang kita mampu untuk orang – orang muslim yang kurang mampu tanpa ada
waktu dan batas tertentu. Namun, lebih baik lagi jika kita memberikan sedekah
itu kepada kerabat yang lebih dekat dahulu baru diberikan kepada orang lain.
Dan jika kita memberikan sedekah kepada orang lain, lebih baik kita memberikan
hal yang layak untuk orang lain, serta lebih baik lagi jika memberikan barang
yang disukai orang tersebut.
Dalam Al-qur’an kata sedekah disebutkan sebanyak 15
kali. Sedekah tidak harus mengeluarkan materi atau uang. Namun bisa juga berupa
menjaga kebersihan lingkungan
pada lingkungan sendiri maupun lingkungan masyarakat,
bersopan santun pada orang
lain yang muslim maupun non muslim, memberi senyuman dengan sesama umat
muslim, bahkan membaca kalamullah ilahi pun termasuk dalam memberikan sedekah. Sedekah juga harus
menjadi hal pokok dalam hidup kita, jangan hanya gara – gara kita miskin semua
itu dijadikan suatu halangan
untuk bersedekah. Banyak orang yang tidak mampu dalam hal materi.
Namun,orang ini masih terus berusaha agar dia bisa bersedekah kepada orang lain
walaupun bukan materi semata.
Bersikap ramah kepada saudara dan bertutur yang baik jelas merupakan
amalan kebaikan, bahkan bila seseorang tidak mendapatkan harta untuk
disedekahkannya di jalan Allah SWT maka mengucapkan kalimat yang baik dapat
menggantikannya.
Abu Dzar
ra, Rasulullah SAW bersabda: “Senyumanmu di wajah saudaramu (seagama)
adalah sedekah.” (HR. At-Tirmidzi no.1956, dishahihkan Asy-Syaikh Albani
dalam Shahih
Sunan At-Tirmidzi dan Ash-Shahihah no.572)
Maksud
hadits di atas, bahwasannya
engkau
menampakkan wajah cerah, berseri-seri dan penuh senyuman ketika bertemu dengan
saudaramu akan dibalas dengan pahala sebagaimana engkau diberi pahala karena
mengeluarkan sedekah. (Tuhfatul Ahwadzi, kitab Al-Birr wash Shilah, bab
Ma Ja’a fi Shana’I Al-Ma’ruf, ketika membahas hadits diatas).[1]
Dan
suatu hadist menyatakan bahwa Allah suka dengan orang kaya yang bersedekah.
Namun, Allah lebih suka dengan orang miskin yang bersedekah. Karena orang yang miskin itu hatinya lebih mulia dari
pada orang kaya yang sangat perhitungan dengan segala materi apapun. Tetapi,
tidak semua orang kaya yang berhati seperti itu, ada pula yang baik namun tidak
sebanyak orang miskin yang lebih mulia. [2]
Dalam hal semua
ini, dapat terlihat bahwa sebenaranya pengertian sedekah sangatlah mulia. Maka,
berbagilah engkau orang – orang muslim untuk saudara – saudara kita yang tidak
mampu.
Allah
juga menganjurkan kepada kita untuk bersedekah. Umat muslim dianjurkan untuk belomba – lomba untuk
bersedekah dan berbelanja harta untuk beramal sosial. Salah
satu anjuran bersedekah yaitu
menyembunyikan sedekah itu lebih utama dibandingkan menampakkan sedekah itu
sendiri. Karena semua itu akan mendekati dengan keikhlasan. Diwaktu bersedekah,
harta tidak akan berkurang, Karena hartanya akan diberkahi dan tercegah dari
bahaya apa pun.
Sebenarnya, orang yang bersedekah
dijalan Allah itu sama saja dengan kita memberi pinjaman kepada Allah dan akan
selalu berhubungan dengannya setiap waktu. Dan janganlah kita terlalu mencintai
harta kita sehingga kita tidak memberi kepada sesama, karena harta hanyalah
barang titipan dari Allah kepada kita dan suatu saat semua itu akan dicabut
pula oleh Allah. Maka dari itu, agar manusia bisa menyadari itu semua, Allah
selalu menyarankan kita untuk bersedekah. [3]
Bagi orang – orang muslim, lebih
baik kalian memahami semua anjuran untuk bersedekah. Karena, untuk era saat ini
sangatlah jarang orang yang bersedekah tanpa pamrih. Padahal semua ini sudah
jelas bahwa Allah sangatlah menganjurkan untuk bersedekah walaupun hanya senyum
saja kita sudah mendapatkan kalebihan yang didapat dari bersedekah itu sendiri.
Tak
perlu menunggu kaya untuk bersedekah. Contoh, ada seorang tukang becak yang penghasilannya sangatlah minim. Namun,beliau
mempunyai rasa untuk berbagi dengan sesama umat muslim. Jika difikir dengan logika, semua itu adalah hal yang mustahil. Tetapi tidak bagi dia,
dia mempunyai cara lain untuk memenuhi niat baiknya itu. Akhirnya dia memutuskan
untuk bersedekah. Selama seminggu khusus di hari jumat dia tidak meminta upah
pada penumpangnya. Di saat pelanggannya memberikan upah, dia tolak secara
halus, bahwasannya hari ini dia ingin bersedekah.
Dengan contoh diatas sudah dapat
dilihat bahwa bersedekah adalah hal yang dapat membukakan hati orang, sehingga
tukang becak yang berpenghasilan minim saja bisa melakukan sedekah. [4]
Adapun
beberapa kebaikan dan keutamaan bagi orang yang bersedekah :
*Kebaikan
di dunia :
1. Menyucikan diri dari berbagai
bala’ dan penyakit.
2. Mendatangkan kegembiraan bagi
fakir miskin.
3. Allah akan memberkahi harta kita
dan menambahkan rizki untuk kita.
*Keutamaan
bersedekah :
1.
Menghapus dosa.
Menghapus
dosa dalam artian lain, Pengampunan
dosa ini tentu saja disertai taubat sepenuh hati, dan tidak kembali melakukan
perbuatan-perbuatan tercela serta terhina seperti sengaja bermaksiat, seperti
korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang, atau mengambil harta anak
yatim. Karena semua itu adlah syarat untuk mengampuni dosa
kita nantinya.
2.
Pahalanya akan
dilipat gandakan.
Pahala
yang dilipat gandakan. Hal
ini sebagaimana janji Allah SWT di dalam al-Quran. “Sesungguhnya orang-orang
yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah
pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka;
dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs; al-Hadid: 18).
Maksud dari hadis tersebut adalah Allah telah berjanji
kepada kita jika kita bersedekah dengan bersdekah dengan baik, maka Allah telah
melipat gandakan pahala dan ganjaran kepada kita semua.
3.
Mendapatkan
naungan di hari akhir.
Mendapatkan naungan di hari akhir disini yaitu terdapat
pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang bersedekah. Orang
memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh
salah satu dari pintu surga.[5]
Dari
beberapa anjuran, kebaikan, maupun keutamaan bersedekah di atas dapat dikatakan
bahwa besedekah juga dapat meningkatkan taraf hidup umat muslim. Meningkatkan
taraf hidup bukan hanya untuk mencari harta semata. Namun, hikmah dari sedekah
juga dapat meningkatkan taraf hidup. Seperti, melipat gandanya pahala kita,
menghapus dosa, mendatangkan kegembiraan, dll.
Ya
Allah.... Aku sangat hina sekali jika aku tidak bersedekah kepada orang yang
membutuhkan. Padahal semuanya sudah jelas bahwa semua itu bisa meningkatkan
taraf hidupku sendiri. Bukakan pintu rahmatmu, agar aku memiliki jiwa untuk
berbagi.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan.
Sedekah berasal dari kata Shadaqah yang berarti
”benar”. Sadekah merupakan segala amal yang dilakukan dijalan Allah secara spontan dan sukarela tanpa ada batasan
tertentu. Allah juga menganjurkan kepada kita
untuk bersedekah. Umat
muslim dianjurkan untuk belomba – lomba untuk bersedekah dan berbelanja harta
untuk beramal sosial. Salah satu anjuran bersedekah yaitu menyembunyikan sedekah itu lebih utama
dibandingkan menampakkan sedekah itu sendiri.
Tak perlu menunggu kaya untuk bersedekah. Contoh,
ada seorang tukang becak yang penghasilannya
sangatlah
minim. Namun,beliau mempunyai rasa untuk berbagi dengan sesama umat muslim.
Jika difikir dengan logika,
semua itu adalah hal yang
mustahil. Tetapi tidak bagi dia, dia mempunyai cara lain untuk memenuhi niat
baiknya itu. Akhirnya dia memutuskan untuk bersedekah. Selama seminggu khusus
di hari jumat dia tidak meminta upah pada penumpangnya. Di saat pelanggannya
memberikan upah, dia tolak secara halus, bahwasannya hari ini dia ingin bersedekah.
Adapun beberapa kebaikan dan keutamaan bagi orang
yang bersedekah :
*Kebaikan
di dunia :
1. Menyucikan diri dari berbagai
bala’ dan penyakit.
2. Mendatangkan kegembiraan bagi
fakir miskin.
3. Allah akan memberkahi harta kita
dan menambahkan rizki untuk kita.
*Keutamaan
bersedekah :
1.
Menghapus dosa.
2.
Pahalanya akan
dilipat gandakan.
3.
Mendapatkan
naungan di hari akhir.
Dari beberapa anjuran,
kebaikan, maupun keutamaan bersedekah di atas dapat dikatakan bahwa besedekah
juga dapat meningkatkan taraf hidup umat muslim. Meningkatkan taraf hidup bukan
hanya untuk mencari harta semata. Namun, hikmah dari sedekah juga dapat
meningkatkan taraf hidup. Seperti, melipat gandanya pahala kita, menghapus
dosa, mendatangkan kegembiraan, dll.
DAFTAR PUSTAKA
Baihaqi, Ahmad, (2011), Kisah Berkahnya Bersedekah, Al
Kisah, Vol. 18, hal 7.
Bin Harun hafizhahullahu ta’ala, Al-Ustadz Hasan, (2012), Wahai Saudaraku,
Jauhilah Sifat Kikir, Al Ilmu, hal. 1.
Yahya, Buya, (2010), Budayakan Bersedekah Dalam Keluarga, Auliyah, XXIII,
hal. 3.
Saidi, (2010), Kelebihan Bersedekah, Tersedia pada www.justin.tv, Di akses pada
tanggal 14 Oktober 2012.
‘Alad Dar, Fatawa Nurun,
(2010), Bertutur Yang Baik dan Berwajah Yang Manis,
Al-Ilmu, Vol. 5, Number 8, hal. 1.
1 Fatawa Nurun ‘Alad Dar (2010), Bertutur Yang Baik
dan Berwajah Yang Manis, Al-Ilmu,
Vol. 5, Number 8, hal. 1.
2Ahmad Baihaqi, ibid.
3Al-Ustadz Hasan Bin Harun hafizhahullahu ta’ala, (2012), Wahai Saudaraku,
Jauhilah Sifat Kikir, Al Ilmu, hal.
1.
4Buya Yahya, (2010), Budayakan
Bersedekah Dalam Keluarga, Auliyah, XXIII, hal. 3.
5Saidi,2010,Kelebihan Bersedekah, Tersedia pada www.justin.tv,Di
akses pada tanggal 14 Oktober 2012.
[1] Fatawa Nurun ‘Alad Dar (2010), Bertutur Yang Baik dan Berwajah Yang Manis, Al-Ilmu, Vol. 5, Number 8, hal. 1.
[2]
Ahmad Baihaqi, ibid.
[3] Al-Ustadz Hasan Bin Harun hafizhahullahu
ta’ala, (2012), Wahai
Saudaraku, Jauhilah Sifat Kikir, Al Ilmu,
hal. 1.
[4] Buya Yahya, (2010), Budayakan
Bersedekah Dalam Keluarga, Auliyah, XXIII, hal.
3.
[5] Saidi,2010,Kelebihan Bersedekah, Tersedia pada www.justin.tv,Di akses pada
tanggal 14 Oktober 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar