Senin, 16 Desember 2013

Bersedekah

BAB I
PENDAHULUAN


A.   Latar Belakang.
Dalam kehidupan sekarang banyak sekali orang yang berlomba – lomba untuk bersedekah kepada orang lain, akan tetapi banyak pula orang – orang yang masih acuh tak acuh kepada sesame muslim untuk besedekah. Bersedekah adalah suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Meningkatnya taraf hidup adalah perbuatan yang menunjukkan perkembangan mereka dalam kehidupan mereka sendiri, dan meningkatnya taraf hidup ini terjadi jika seseorang tersebut juga berusaha bagaiman caranya untuk meningkatkan taraf hidupnya sendiri.
Para fuqaha sepakat hukum sedekah pada dasarnya adalah sunah, berpahala bila dilakukan dan tidak berdosa jika ditinggalkan. Di samping sunah, adakalanya hukum sedekah menjadi haram yaitu dalam kasus seseorang yang bersedekah mengetahui pasti bahwa orang yang bakal menerima sedekah tersebut akan menggunakan harta sedekah untuk kemaksiatan. Terakhir ada kalanya juga hukum sedekah berubah menjadi wajib, yaitu ketika seseorang bertemu dengan orang lain yang sedang kelaparan hingga dapat mengancam keselamatan jiwanya, sementara dia mempunyai makanan yang lebih dari apa yang diperlukan saat itu. Hukum sedekah juga menjadi wajib jika seseorang bernazar hendak bersedekah kepada seseorang atau lembaga
Sedekah lebih utama diberikan kepada kaum kerabat atau sanak saudara terdekat sebelum diberikan kepada orang lain. Kemudian sedekah itu seyogyanya diberikan kepada orang yang betul-betul sedang mendambakan uluran tangan. Mengenai kriteria barang yang lebih utama disedekahkan, para fuqaha berpendapat, barang yang akan disedekahkan sebaiknya barang yang berkualitas baik dan disukai oleh pemiliknya.
Dari beberapa pendapat yang diajukan oleh para fuqaha, dapat dikatakan bahwa besedekah juga dapat meningkatkan taraf hidup umat muslim. Meningkatkan taraf hidup bukan hanya untuk mencari harta semata. Namun, hikmah dari sedekah juga dapat meningkatkan taraf hidup. Seperti, melipat gandanya pahala kita, menghapus dosa, mendatangkan kegembiraan, dll.
Berdasarkan hasil referensi majalah maupun bulletin dan website pada tanggal 14 Oktober 2012 didapatkan bahwa adanya korelasi bersedekah dengan meningkatnya taraf hidup.
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas penulis tertarik untuk memilih judul “Korelasi Bersedekah Dengan Meningkatnya Taraf Hidup”. Sehingga untuk lebih jelasnya kami perlu untuk menjelaskannya didalam sebuah makalah yang akan kami presentasikan.

B.   Rumusan Masalah.

1.      Apakah pengertian Sedekah?
2.      Apa saja anjuran untuk bersedekah?
3.      Sebutkan contoh bersedekah?
4.      Apa saja kebaikan dan keutamaan bagi seseorang yang bersedekah?
5.      Bagaimanakah bersedekah dapat meningkatkan taraf hidup?

C.   Tujuan.

1.      Untuk mengetahui Korelasi Bersedekah dengan Meningkatnya Taraf Hidup.
2.      Agar dapat mengetahui Korelasi Bersedekah dengan Meningkatnya Taraf Hidup.

D.   Manfaat.

1.      Untuk menambah wawasan tentang Korelasi Bersedekah dengan Meningkatnya Taraf Hidup.
2.      Untuk mengetahui lebih dalam tentang Korelasi Bersedekah dengan Meningkatnya Taraf Hidup.



BAB II
PEMBAHASAN


A.   Judul                             :

            Korelasi Bersedekah dengan Meningkatnya Taraf Hidup.


B.  Sistematika        :       

1.      Pengertian Sedekah.
2.      Anjuran untuk bersedekah.
3.      Contoh bersedekah.
4.      Kebaikan dan keutamaan bagi seseorang yang bersedekah.
5.      Bersedekah dapat meningkatkan taraf hidup.



C.   Anotasi.

No.
Rujukan
Deskripsi



1.       
Baihaqi, Ahmad, (2011), Kisah Berkahnya Bersedekah, Al Kisah, Vol. 18, hal 7.

Sedekah merupakan elemen utama dalam hal ini. Kata sedekah atau shadaqah disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak 15 kali dan semuanya turun pasca-hijrah, yakni di Madinah. Sedekah berasal dari kata shadaqah, yang berarti “benar”. Menurut pengertian istilah syari’at, sedekah berarti “segala pemberian amal derma di jalan Allah”. Pengertian sedekah lebih luas daripada infak. Infak berkaitan dengan materi, sedang sedekah juga menyangkut hal yang non-materi. Dari segi makna syar’i, hampir tidak ada perbedaan makna antara sedekah dan zakat. Bahkan, Al-Qur’an sering menggunakan kata sedekah dalam pengertian zakat.
            Sedekah tidak harus dengan mengeluarkan sejumlah materi atau uang. Tetapi semua amal kebajikan yang dilakukan seorang muslim, seperti menjaga kebersihan lingkungannya, bersopan-santun, bahkan sekadar memberikan senyuman pun, tergolong sedekah. Termasuk membaca tasbih, takbir, tahmid, tahlil, hingga bersenggama dengan istri, adalah sedekah.
Sedekah harus menjadi makanan pokok dalam hidup kita, baik dalam keadaan kaya maupun miskin. Jangan jadikan kemiskinan sebagai tembok penghalang untuk bersedekah. Bahkan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menyatakan bahwa Allah menyukai orang kaya yang dermawan, namun Allah lebih menyukai orang miskin yang dermawan. Banyak kisah, baik dalam kitab-kitab maupun pengalaman pada masa kini, yang telah menceritakan keberkahan yang melimpah setelah seseorang bersedekah.

2.       

Bin Harun hafizhahullahu ta’ala, Al-Ustadz Hasan, (2012), Wahai Saudaraku, Jauhilah Sifat Kikir, Al Ilmu, hal. 1.


Anjuran Sedekah yatiu, Bahwasanya menyembunyikan sedekah itu lebih utama daripada menampakkannya karena lebih mendekati keikhlasan dan menyembunyikan orang yang menerima sedekah tersebut.
Menjelaskan bahwa harta tidak akan berkurang jika dilihat dari beberapa sisi yaitu,  Hartanya akan diberkahi dan berbagai mudharat (bahaya) akan tercegah dari pelakunya. Maka tertutuplah berkurangnya harta itu dengan berkah yang tersembunyi. Hal ini bisa diketahui dengan indera dan kebiasaan.
3.       
Yahya, Buya, (2010), Budayakan Bersedekah Dalam Keluarga, Auliyah, XXIII, hal. 3.

Tak perlu menunggu kaya raya untuk berbagi. Ada seorang tukang becak yang penghasilannya terbatas pun ternyata masih bisa juga berbagi. Bagaimana ia mengolah niat baiknya itu? Kalau memenuhi keinginan, pasti tak kan pernah cukup. Akhirnya ia memutuskan untuk berbagi. Yaitu selama kerja seminggu, khusus hari jumat dia tidak meminta upah pada penumpangnya. Saat para penumpangnya memberikan uang upah, ia menolak dengan halus. “Hari ini saya ingin bersedekah.” Katanya sopan.

4.       
Saidi, (2010), Kelebihan Bersedekah, Tersedia pada www.justin.tv, Di akses pada tanggal 14 Oktober 2012.

beberapa kebaikan bagi orang yang bersedekah:
*Kebaikan di dunia:
a.       Membersihkan harta.
b.      Menyucikan diri kita daripada dosa-dosa kecil. Dosa besar kena taubat.
c.       Menjauhi diri kita dari bala' dan penyakit.
d.      Mendatangkan kegembiraan kepada fakir miskin serta mengikis perasaan cemburu mereka kepada orang   kaya.
e.       Allah akan memberkai harta kita dan menambahkan rezki yang kita tidak sangka-sangka.
*Keutamaan Bersedekah :
a.       Menghapus dosa.
Pengampunan dosa ini tentu saja disertai taubat sepenuh hati, dan tidak kembali melakukan perbuatan-perbuatan tercela serta terhina seperti sengaja bermaksiat, seperti korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang, atau mengambil harta anak yatim.
b.      Mendapatkan naungan di hari akhir.
c.       Memberikan keberkahan harta.
Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah saw yang berbunyi, “Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim).
d.      Pahalanya dilipat gandakan.
Hal ini sebagaimana janji Allah SWT di dalam al-Quran. “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs; al-Hadid: 18)
e.       Dibukakan pintu surga.
Terdapat pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang bersedekah. Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga.

5.       
Alad Dar, Fatawa Nurun, (2010), Bertutur Yang Baik dan Berwajah Yang Manis, Al-Ilmu, Vol. 5, Number 8, hal. 1.
Bersikap ramah kepada saudara dan bertutur yang baik jelas merupkan amalan kebaikan, bahkan bila seseorang tidak mendapatkan harta untuk disedekahkannya di jalan Allah subhanahu wa ta’ala maka mengucapkan kalimat yang baik dapat menggantikannya.
Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Senyumanmu di wajah saudaramu (seagama) adalah sedekah.” (HR. At-Tirmidzi no.1956, dishahihkan Asy-Syaikh Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi dan Ash-Shahihah no.572)
Maksud hadits di atas, engkau menampakkan wajah cerah, berseri-seri dan penuh senyuman ketika bertemu dengan saudaramu akan dibalas dengan pahala sebagaimana engkau diberi pahala karena mengeluarkan sedekah. (Tuhfatul Ahwadzi, kitab Al-Birr wash Shilah, bab Ma Ja’a fi Shana’I Al-Ma’ruf, ketika membahas hadits diatas).




D.   Menulis.

            Sedekah berasal dari kata Shadaqah yang berarti ”benar”. Sadekah merupakan segala amal yang dilakukan dijalan Allah secara spontan dan sukarela tanpa ada batasan tertentu. Maksud dari melakukan segala amal yakni memberikan sesuatu yang kita mampu untuk orang – orang muslim yang kurang mampu tanpa ada waktu dan batas tertentu. Namun, lebih baik lagi jika kita memberikan sedekah itu kepada kerabat yang lebih dekat dahulu baru diberikan kepada orang lain. Dan jika kita memberikan sedekah kepada orang lain, lebih baik kita memberikan hal yang layak untuk orang lain, serta lebih baik lagi jika memberikan barang yang disukai orang tersebut.

Dalam Al-qur’an kata sedekah disebutkan sebanyak 15 kali. Sedekah tidak harus mengeluarkan materi atau uang. Namun bisa juga berupa menjaga kebersihan lingkungan pada lingkungan sendiri maupun lingkungan masyarakat, bersopan santun pada orang lain yang muslim maupun non muslim, memberi senyuman dengan sesama umat muslim, bahkan membaca kalamullah ilahi pun termasuk dalam memberikan sedekah. Sedekah juga harus menjadi hal pokok dalam hidup kita, jangan hanya gara – gara kita miskin semua itu dijadikan suatu halangan untuk bersedekah. Banyak orang yang tidak mampu dalam hal materi. Namun,orang ini masih terus berusaha agar dia bisa bersedekah kepada orang lain walaupun bukan materi semata.
Bersikap ramah kepada saudara dan bertutur yang baik jelas merupakan amalan kebaikan, bahkan bila seseorang tidak mendapatkan harta untuk disedekahkannya di jalan Allah SWT maka mengucapkan kalimat yang baik dapat menggantikannya.
Abu Dzar ra, Rasulullah SAW bersabda: “Senyumanmu di wajah saudaramu (seagama) adalah sedekah.” (HR. At-Tirmidzi no.1956, dishahihkan Asy-Syaikh Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi dan Ash-Shahihah no.572)
Maksud hadits di atas, bahwasannya engkau menampakkan wajah cerah, berseri-seri dan penuh senyuman ketika bertemu dengan saudaramu akan dibalas dengan pahala sebagaimana engkau diberi pahala karena mengeluarkan sedekah. (Tuhfatul Ahwadzi, kitab Al-Birr wash Shilah, bab Ma Ja’a fi Shana’I Al-Ma’ruf, ketika membahas hadits diatas).[1]
Dan suatu hadist menyatakan bahwa Allah suka dengan orang kaya yang bersedekah. Namun, Allah lebih suka dengan orang miskin yang bersedekah. Karena orang yang miskin itu hatinya lebih mulia dari pada orang kaya yang sangat perhitungan dengan segala materi apapun. Tetapi, tidak semua orang kaya yang berhati seperti itu, ada pula yang baik namun tidak sebanyak orang miskin yang lebih mulia. [2]
Dalam hal semua ini, dapat terlihat bahwa sebenaranya pengertian sedekah sangatlah mulia. Maka, berbagilah engkau orang – orang muslim untuk saudara – saudara kita yang tidak mampu.

            Allah juga menganjurkan kepada kita untuk bersedekah. Umat muslim dianjurkan untuk belomba – lomba untuk bersedekah dan berbelanja harta untuk beramal sosial. Salah satu anjuran bersedekah  yaitu menyembunyikan sedekah itu lebih utama dibandingkan menampakkan sedekah itu sendiri. Karena semua itu akan mendekati dengan keikhlasan. Diwaktu bersedekah, harta tidak akan berkurang, Karena hartanya akan diberkahi dan tercegah dari bahaya apa pun.

            Sebenarnya, orang yang bersedekah dijalan Allah itu sama saja dengan kita memberi pinjaman kepada Allah dan akan selalu berhubungan dengannya setiap waktu. Dan janganlah kita terlalu mencintai harta kita sehingga kita tidak memberi kepada sesama, karena harta hanyalah barang titipan dari Allah kepada kita dan suatu saat semua itu akan dicabut pula oleh Allah. Maka dari itu, agar manusia bisa menyadari itu semua, Allah selalu menyarankan kita untuk bersedekah. [3]

            Bagi orang – orang muslim, lebih baik kalian memahami semua anjuran untuk bersedekah. Karena, untuk era saat ini sangatlah jarang orang yang bersedekah tanpa pamrih. Padahal semua ini sudah jelas bahwa Allah sangatlah menganjurkan untuk bersedekah walaupun hanya senyum saja kita sudah mendapatkan kalebihan yang didapat dari bersedekah itu sendiri.
            Tak perlu menunggu kaya untuk bersedekah. Contoh, ada seorang tukang becak yang penghasilannya sangatlah minim. Namun,beliau mempunyai rasa untuk berbagi dengan sesama umat muslim. Jika difikir dengan logika, semua itu adalah hal yang mustahil. Tetapi tidak bagi dia, dia mempunyai cara lain untuk memenuhi niat baiknya itu. Akhirnya dia memutuskan untuk bersedekah. Selama seminggu khusus di hari jumat dia tidak meminta upah pada penumpangnya. Di saat pelanggannya memberikan upah, dia tolak secara halus, bahwasannya hari ini dia ingin bersedekah.

            Dengan contoh diatas sudah dapat dilihat bahwa bersedekah adalah hal yang dapat membukakan hati orang, sehingga tukang becak yang berpenghasilan minim saja bisa melakukan sedekah. [4]

            Adapun beberapa kebaikan dan keutamaan bagi orang yang bersedekah :
            *Kebaikan di dunia :
1. Menyucikan diri dari berbagai bala’ dan penyakit.
2. Mendatangkan kegembiraan bagi fakir miskin.
3. Allah akan memberkahi harta kita dan menambahkan rizki untuk kita.

            *Keutamaan bersedekah :

1.      Menghapus dosa.

Menghapus dosa dalam artian lain, Pengampunan dosa ini tentu saja disertai taubat sepenuh hati, dan tidak kembali melakukan perbuatan-perbuatan tercela serta terhina seperti sengaja bermaksiat, seperti korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang, atau mengambil harta anak yatim. Karena semua itu adlah syarat untuk mengampuni dosa kita nantinya.
2.      Pahalanya akan dilipat gandakan.
Pahala yang dilipat gandakan. Hal ini sebagaimana janji Allah SWT di dalam al-Quran. “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs; al-Hadid: 18).
Maksud dari hadis tersebut adalah Allah telah berjanji kepada kita jika kita bersedekah dengan bersdekah dengan baik, maka Allah telah melipat gandakan pahala dan ganjaran kepada kita semua. 
3.      Mendapatkan naungan di hari akhir.
Mendapatkan naungan di hari akhir disini yaitu terdapat pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang bersedekah. Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga.[5]
            Dari beberapa anjuran, kebaikan, maupun keutamaan bersedekah di atas dapat dikatakan bahwa besedekah juga dapat meningkatkan taraf hidup umat muslim. Meningkatkan taraf hidup bukan hanya untuk mencari harta semata. Namun, hikmah dari sedekah juga dapat meningkatkan taraf hidup. Seperti, melipat gandanya pahala kita, menghapus dosa, mendatangkan kegembiraan, dll.

            Ya Allah.... Aku sangat hina sekali jika aku tidak bersedekah kepada orang yang membutuhkan. Padahal semuanya sudah jelas bahwa semua itu bisa meningkatkan taraf hidupku sendiri. Bukakan pintu rahmatmu, agar aku memiliki jiwa untuk berbagi.


BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan.

Sedekah berasal dari kata Shadaqah yang berarti ”benar”. Sadekah merupakan segala amal yang dilakukan dijalan Allah secara spontan dan sukarela tanpa ada batasan tertentu. Allah juga menganjurkan kepada kita untuk bersedekah. Umat muslim dianjurkan untuk belomba – lomba untuk bersedekah dan berbelanja harta untuk beramal sosial. Salah satu anjuran bersedekah  yaitu menyembunyikan sedekah itu lebih utama dibandingkan menampakkan sedekah itu sendiri.
Tak perlu menunggu kaya untuk bersedekah. Contoh, ada seorang tukang becak yang penghasilannya sangatlah minim. Namun,beliau mempunyai rasa untuk berbagi dengan sesama umat muslim. Jika difikir dengan logika, semua itu adalah hal yang mustahil. Tetapi tidak bagi dia, dia mempunyai cara lain untuk memenuhi niat baiknya itu. Akhirnya dia memutuskan untuk bersedekah. Selama seminggu khusus di hari jumat dia tidak meminta upah pada penumpangnya. Di saat pelanggannya memberikan upah, dia tolak secara halus, bahwasannya hari ini dia ingin bersedekah.
Adapun beberapa kebaikan dan keutamaan bagi orang yang bersedekah :
            *Kebaikan di dunia :
1. Menyucikan diri dari berbagai bala’ dan penyakit.
2. Mendatangkan kegembiraan bagi fakir miskin.
3. Allah akan memberkahi harta kita dan menambahkan rizki untuk kita.

            *Keutamaan bersedekah :

1.      Menghapus dosa.
2.      Pahalanya akan dilipat gandakan.
3.      Mendapatkan naungan di hari akhir.
Dari beberapa anjuran, kebaikan, maupun keutamaan bersedekah di atas dapat dikatakan bahwa besedekah juga dapat meningkatkan taraf hidup umat muslim. Meningkatkan taraf hidup bukan hanya untuk mencari harta semata. Namun, hikmah dari sedekah juga dapat meningkatkan taraf hidup. Seperti, melipat gandanya pahala kita, menghapus dosa, mendatangkan kegembiraan, dll.


DAFTAR PUSTAKA

Baihaqi, Ahmad, (2011), Kisah Berkahnya Bersedekah, Al Kisah, Vol. 18, hal 7.

Bin Harun hafizhahullahu ta’ala, Al-Ustadz Hasan, (2012), Wahai Saudaraku,

Jauhilah Sifat Kikir, Al Ilmu, hal. 1.

Yahya, Buya, (2010), Budayakan Bersedekah Dalam Keluarga, Auliyah, XXIII,

hal. 3.

Saidi, (2010), Kelebihan Bersedekah, Tersedia pada www.justin.tv, Di akses pada

tanggal 14 Oktober 2012.

Alad Dar, Fatawa Nurun, (2010), Bertutur Yang Baik dan Berwajah Yang Manis,
Al-Ilmu, Vol. 5, Number 8, hal. 1.

1 Fatawa Nurun Alad Dar (2010), Bertutur Yang Baik dan Berwajah Yang Manis, Al-Ilmu, Vol. 5, Number 8, hal. 1.
2Ahmad Baihaqi, ibid.
3Al-Ustadz Hasan Bin Harun hafizhahullahu ta’ala, (2012), Wahai Saudaraku, Jauhilah Sifat Kikir, Al Ilmu, hal. 1.
4Buya Yahya, (2010), Budayakan Bersedekah Dalam Keluarga, Auliyah, XXIII, hal. 3.
5Saidi,2010,Kelebihan Bersedekah, Tersedia pada www.justin.tv,Di akses pada tanggal 14 Oktober 2012.


[1] Fatawa Nurun Alad Dar (2010), Bertutur Yang Baik dan Berwajah Yang Manis, Al-Ilmu, Vol. 5, Number 8, hal. 1.
[2] Ahmad Baihaqi, ibid.  
[3] Al-Ustadz Hasan Bin Harun hafizhahullahu ta’ala, (2012), Wahai Saudaraku, Jauhilah Sifat Kikir, Al Ilmu, hal. 1.
[4] Buya Yahya, (2010), Budayakan Bersedekah Dalam Keluarga, Auliyah, XXIII, hal. 3.
[5] Saidi,2010,Kelebihan Bersedekah, Tersedia pada www.justin.tv,Di akses pada tanggal 14 Oktober 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar