Selasa, 31 Mei 2016

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) JUDUL Upaya Peningkatan Keaktifan Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Type Make a Match di Kelas IV C SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo



PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK )
JUDUL
Upaya Peningkatan Keaktifan Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Type Make a Match di Kelas IV C SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo








Guru Kelas IV C
H. Mas’ud, S.Pd

OLEH:
Umi Faizatul Mu’minah                    D01212096


Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI)
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK)
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)
Tahun 2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur pemakalah panjatkan pada Allah Swt sehingga penyusunan hasil atau laporan PTK tentang Upaya peningkatan keaktifan siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif type make a match di kelas IV C SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo untuk bahan perkuliahan kami dapat terwujud.
Penyusunan hasil atau laporan PTK ini terdorong oleh kurangnya pengetahuan PTK didunia pendidikan. Berdasarkan keadaan tersebut, peneliti memberanikan diri untuk menyusun hasil atau laporan PTK. Peneliti mencoba menyampaikan materi sederhana yang mudah untuk dimengerti.  
Kepada dosen pembimbing saya yang selalu membimbing saya dalam membuat hasil atau laporan PTK ini, kami mengucapkan terima kasih. Akhirnya, kritik dan saran dari sangat saya nantikan demi kemajuan dan kesempurnaan karya tulis saya selanjutnya.


Surabaya, Desember 2014

Peneliti





KATA PENGANTAR
ii
DAFTAR ISI
iii
BAB I: PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
2
B.    Rumusan Masalah
3
C.    Tujuan
3
D.    Keguanaan
3
E.     Hipotesis
4
BAB II : KAJIAN PUSTAKA

A.    Keaktifan siswa
5
B.    Model pembelajaran kooperatif type make a match
7
BAB III : METODE PENELITIAN

A.    Perencanaan
10
B.    Prosedur Pelaksaan
12
C.    Refleksi
13
D.    Subjek Penelitian
13
E.     Instrumen Penelitian
14
F.     Teknik Analisis Data
14
BAB IV : HASIL dan ANALISIS PENELITIAN

A.    Siklus Pertama
15
B.    Siklus Kedua
19
BAB V : PENUTUP

A.    Kesimpulan
23
B.    Saran
23
LAMPIRAN - LAMPIRAN




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Pembelajaran akan efektif manakala ada dua unsur yang berinteraksi dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung yaitu, unsur guru dan siswa. Unsur guru yaitu guru membantu siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM), memberi umpan balik dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang sifatnya menantang, bisa menginspirasikan gagasan siswa, bisa merubah tingkah laku siswa, dan meningkatkan keaktifan siswa. Sedangakn unsur siswa yaitu dapat merenspon apa yang disampaikan oleh guru.
Untuk menumbuhkan sikap aktif dari siswa tidaklah mudah. Fakta yang terjadi adalah guru dianggap sumber belajar yang paling benar. Proses pembelajaran yang terjadi memposisikan siswa sebagai pendengar ceramah guru. Akibatnya proses belajar mengajar cenderung membosankan dan menjadikan siswa malas belajar, serta menyibukkan diri dengan apa yang mereka ingin lakukan.
Keberhasilan proses kegiatan belajar mengajar pada dasarnya dapat diukur dari keberhasilan siswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Keberhasilan itu dapat dilihat dari tingkat keaktifan, pemahaman, penguasaan materi serta hasil belajar siswa, Semakin tinggi keaktifan, pemahaman dan penguasaan materi serta hasil belajar maka semakin tinggi pula tingkat keberhasilan pembelajaran.
Akan tetapi dalam kenyataan yang ada, masih banyak KBM yang sedang dilaksanakan mempunyai kendala yang dimana siswa masih kurang dalam tingkat keaktifan terutama siswa laki-laki yang cenderung lebih mengutamakan mainannya sendiri, maka dari itu untuk merangsang dan mengupayakan peningkatan keaktifan siswa, perlu adanya penelitian yang akan mendukung proses KBM hingga mencapai keberhasilan yang diinginkan oleh guru maupun siswa. 
Pada dasarnya banyak siswa yang masih mempunyai tingkat keaktifan dalam pembelajaran yang masih kurang, terutama anak laki-laki. Factor atau masalah yang terjadi yaitu antara lain karena mereka sibuk dengan mainan yang mereka beli dari uang saku mereka, ketertinggalan pembelajaran karena seringnya tidak mengikuti KBM dengan baik, tidak adanya perhatian orang tua terhadap siswa, kenakalan siswa yang terjadi saat KBM berlangsung. Dalam faktor-faktor ini sedikit menjelaskan keefektifan dalam pembelajaran yang masih kurang. Maka dari itu penting sekali permasalahan ini diteliti dalam menindak lanjuti permasalahan yang ada agar lebih memenuhi kriteria yang diinginkan.
Dari hasil observasi awal, dapat ditemukan kurangnya keaktifan siswa terutama laki-laki dalam proses KBM. Maka dari itu saya selaku peneliti akan memberikan solusi dalam permasalahan yang ada dengan metode pembelajaran kooperatif type make a match yang dimana lebih menjadikan siswa lebih aktif dengan menggunakan jenis pembelajaran yang dapat merangsang cara berfikir siswa dengan mencari pasangan sambil belajar dan dapat menciptakan komunikasi antar siswa dan guru dengan baik dan efektif.
B.    Rumusan masalah
Bagaimana metode pembelajaran kooperatif type make a match dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas IV C SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo?
C.    Tujuan
Metode pembelajaran kooperatif type make a match dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas IV C SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo.
D.    Kegunaan
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penulis, siswa, guru maupun sekolah :
1.     Bagi Penulis, dapat memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan metode pembelajaran ceramah plus untuk meningkatkan keaktifan siswa.
2.     Bagi Siswa, dapat memperoleh pengalaman baru dalam mencoba metode baru yang akan diterapkan yaitu metode pembelajaran kooperatif type make a match dan dapat lebih meningkatkan keaktifan mereka dalam pengalaman baru mereka.
3.     Bagi Guru, diharapkan dapat menjadi masukan dalam mengatasi suatu permasalahan dalam kelas yang dapat meningkatkan KBM menjadi lebih baik dan dapat memotivasi para guru lainnya untuk mencoba metode yang serupa maupun dengan metode yang lain.
4.     Bagi Sekolah, diharapkan dengan meningkatnya keaktifan siswa dapat meningkatkan mutu siswa dan memperbaiki KBM menjadi lebih baik serta dapat menjadikan bahan pertimbangan dan pengembangan dalam KBM.



E.    Hipotesis
Jika model pembelajaran cooperative type make a match diterapkan, maka keaktifan siswa kelas 4C SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo akan meningkat.

















BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.    Keakftifan siswa
1.     Pengertian keaktifan
Aktif berarti bahwa dalam proses pembelajaran guru menciptakan suasana yang mendukung (kondusif) sehingga siswa aktif bertanya dan dapat mempertanyakan gagasannya. Belajar aktif harus gesit, menyenangkan, bersemangat dan penuh gairah.[1] Dalam pembelajaran aktif, yang dimaksud aktif adalah pembelajaran yang banyak melibatkan peserta didik dalam mengakses berbagai informasi dan pengetahuan untuk dibahas dan dikaji dalam pembelajaran di kelas.[2]
Yang dimaksud meningkatkan dalam penelitian ini adalah upaya untuk meningkatkan keaktifan, jadi meningkatkan berarti berusaha atau berupaya untuk menjadi meningkat.
Supaya kegiatan aktif siswa dalam membangun pemahaman berjalan, konsekuensinya partisipasi guru jangan sampai merebut otoritas dan hak siswa dalam membangun gagasannya. Karena keaktifan peserta didik dalam menjalani KBM merupakan salah satu kunci keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan.[3]
Jadi, mengaktifkan siswa bukan sekedar anak terlihat aktif melakukan sesuatu, tetapi juga aktif dalam membentuk gagasannya sendiri, dan guru hanya membantu memotivasi supaya siswa dapat berpikir dan berbuat sesuatu yang membuat siswa dapat mengambil kesimpulan sendiri.
2.     Ciri-ciri keaktifan belajar
Dalam setiap proses belajar, peserta didik selalu menampakkan keaktifan, keaktifan itu beraneka ragam bentuknya. Mulai dari keadaan fisik yang mudah kita amati sampai kegiatan psikis. Adapun jenis-jenis aktivitas belajar peserta didik, menurut Poul B. Dierich sebagaimana dikutip oleh Oemar Hamalik, menggolongkannya sebagai berikut:
a.      Kegiatan-kegiatan visual, misalnya; membaca, melihat gambar-gambar, mengamati, eksperimen, demonstrasi, pameran mengamati pekerjaan orang lain atau bermain.
b.     Kegiatan-kegiatan lisan (Oral), misalnya; mengemukakan suatu fakta, atau prinsip, menghubungkan suatu kejadian, bertanya, memberi saran, mengemukakan pendapat, wawancara, diskus, dan interupsi.
c.      Kegiatan-kegiatan mendengarkan, seperti; mendengarkan uraian, mendengarkan percakapan atau diskusi kelompok, mendengarkan musik, mendengarkan siaran radio.
d.     Kegiatan-kegiatan menulis, seperti; menulis cerita, menulis karangan, menulis laporan, merangkum, mengerjakan tes, mengisi angket.
e.      Kegiatan-kegiatan menggambar, misalnya menggambar, membuat grafik, chart, peta, pola, diagram.
f.      Kegiatan-kegiatan metrik, seperti; melakukan percobaan, memilih alat-alat, melaksanakan pameran, membuat model, menyelenggarakan permainan, menari dan berkebun.
g.     Kegiatan-kegiatan mental, misalnya merenungkan, mengingatkan, memecahkan masalah, menganalisis faktor-faktor, menemukan hubungan-hubungan, mengambil atau membuat keputusan.
h.     Kegiatan-kegiatan emosional, misalnya minat, membedakan merasa bosan, gembira, berani, tenang, gugup dan sebagainya.[4]
3.     Faktor yang mempengaruhi keaktifan siswa dalam pembelajaran
Menurut Gagne dan Briggs, yang dikutip oleh Martinis, factor-faktor yang dapat menumbuhkan timbulnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran yaitu :
a.      Memberikan motivasi atau menarik perhatian siswa, sehingga mereka berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran.
b.     Menjelaskan tujuan instruksional (kemampuan dasar pada siswa).
c.      Mengingatkan kompetensi belajar kepada siswa.
d.     Memberikan stimulus (masalah, topik, dan konsep yang akan dipelajari).
e.      Memberi petunjuk kepada siswa cara mempelajarinya.
f.      Memunculkan aktifitas, partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran.
g.     Memberi umpan balik (feed back).
h.     Melakukan tagihan-tagihan terhadap siswa berupa tes, sehingga kemampuan siswa selalu terpantau dan terukur.
i.       Menyimpulkan setiap materi yang disampaikan di akhir pembelajaran.
Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dapat merangsang dan mengembangkan bakat yang dimilikinya, siswa juga dapat berlatih untuk berfikir kritis dan dapat memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.
B.    Model pembelajaran kooperatif type make a macth
1.     Model pembelajaran kooperatif.
Model pembelajaran kooperatif merupakan sistem pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur. Berikut adalah karakteristik Pembelajaran Kooperatif :
a.      Dalam kelompoknya, siswa haruslah beranggapan bahwa mereka sehidup sepenanggungan.
b.     Siswa memiliki tanggung jawab terhadap siswa lainnya dalam kelompok, di samping tanggung jawab terhadap diri mereka sendiri dalam mempelajari materi yang dihadapi.
c.      Siswa haruslah berpandangan bahwa semua anggota di dalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama.
d.     Siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya.
e.      Siswa akan diberikan evaluasi atau penghargaan yang akan berpengaruh terhadap evaluasi seluruh anggota kelompok.
f.      Siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya.
g.     Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani di dalam kelompoknya.[5]
2.     Pengertian model pembelajaran kooperatif type make a macth
Model pembelajaran kooperatif tipe make a match merupakan model pembelajaran mencari pasangan yang dikembengkan Lorna Currant (1994). Salah satu keunggulan teknik ini adalah siswa mencari sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik, dalam suasana yang menyenangkan.[6]
Model pembelajaran kooperatif tipe make a match merupakan salah satu alternative yang dapat diterapkan kepada murid. Penerapan model ini di mulai dari teknik yaitu setiap murid mendapat sebuah kartu, lalu secepatnya mencari pasangan yang sesuai dengan kartu yang ia pegang. Suasana pembelajaran make a match akan riuh tetapi sangat asik dan menyenangkan.[7]
3.     Hal-hal yang perlu dipersiapkan pada saat menerapkan model pembelajaran kooperatif type make a macth
Adapun persiapan yang harus dilakukan oleh guru sebelum proses pembelajaran berlangsung yaitu sebagai berikut :
a.      Membuat beberapa pertanyaan sesuai dengan materi yang dipelajari (jumlahnya tergantung tujuan pembelajaran) kemudian menulisnya dalam kartu-kartu pertanyaan.
b.     Membuat kunci jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat dan menulisnya dalam kartu-kartu jawaban. Akan lebih baik kartu jawaban dan kartu pertanyaan berbeda warna.
c.      Membuat aturan yang berisi penghargaan bagi siswa yang berhasil dan sanksi bagi siswa yang gagal (di sini, guru dapat membuat aturan ini bersama-sama dengan siswa).
d.     Menyediakan lembar untuk mencatat pasangan-pasangan yang berhasil sekaligus untuk pensekoran presentasi.[8]
4.     Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif type make a macth
a.      Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep/topik yang cocok untuk sesi review (satu sisi berupa kartu soal dan sisi sebaliknya berupa kartu jawaban).
b.     Setiap siswa mendapat satu kartu dan memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegang.
c.      Siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (kartu soal/kartu jawaban).
d.     Siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi point.
e.      Setelah babak kartu dicocokkan lagi agar setiap siswa menadapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya.
f.      Kesimpulan.[9]

5.     Kelebihan dan kekurangan model pembelajaran kooperatif type make a macth.
Adapun kelebihan dalam model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match (mencari pasangan) adalah sebagai berikut.
a.      Dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, baik secara kognitif maupun fisik.
b.     Karena ada unsure permainan, maka model pembelajaran ini menyenangkan.
c.      Meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
d.     Efektif sebagai sarana melatih keberanian siswa untuk tampil presentasi.
e.      Efektif melatih kedisiplinan siswa menghargai waktu untuk belajar.
Adapun kelemahan dalam model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match (mencari pasangan) adalah sebagai berikut:
a.      Jika model pembelajaran ini tidak dipersiapakan dengan baik, akan banyak waktu yang terbuang.
b.     Pada awal penerapan model pembelajaran ini, banyak siswa yang akan malu berpasangan dengan lawan jenisnya.
c.      Jika guru tidak mengarahkan siswa dengan baik, akan banyak siswa yang kurang memperhatikan pada saat prentasi pasangan.
d.     Guru harus hati-hati dan bijaksana saat memberi hukuman pada yang tidak mendapatkan pasangan, karena mereka bisa malu.
e.      Mengunakan model pembelajaran ini secata terus-menerus akan menimbulkan kebosanan.[10]



BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Perencanaan
Kelas yang telah dipilih oleh peneliti  saat ini yakni kelas IV C SDN Karangbong Gedangan, di dalam proses pembelajaran yang harus dicapai yakni efektif dalam pembelajaran. Namun, dalam proses pembelajaran yang berlangsung secara realita terdapat suatu hal yang kurang efektif. Yakni adanya kurang aktifnya proses pembelajaran secara langsung, pada kelas tersebut hanya ada 45% yang aktif dan berani memberikan pendapat mereka. Sedangkan 55%  yang kurang aktif dalam proses pembelajaran. Para siswa hanya sibuk dengan dunianya sendiri (Permainan), mereka juga banyak yang takut dalam memberikan komentar saat diberikan pertanyaan. Mereka juga sering tidak masuk dalam proses pembelajaran yang karena para siswa diajak oleh orang tuanya pulang ke desa asli mereka, karena sebagian siswa yakni dari orang tua yang pendatang ke desa tersebut, tidak hanya itu kurang aktifnya mereka juga karena adanya kurang perhatian orang tua mereka pada saat belajar dirumah sebelum besoknya ada proses pembelajaran yang akan berlangsung.  Dalam hal ini jelas bahwa keaktifan siswa dalam proses pembelajaran tidak hanya peran guru yang aktif, akan tetapi orang tua juga ikut berperan serta dalam hal itu.
1.     Mengungkapkan rancangan tindakan.
Untuk mengungkapkan rancangan tindakan sebelum melakukan penelitian sangatlah pentin. Berikut adalah beberapa hal yang disiapkan dalam rancangan :
a.      Merancang jadwal rancangan selama pembuatan proposal serta tindakan. ( Terlampir )
b.     Menyiapkan materi yang sudah dipilih yaitu tentang tema 4 subtema 1.
c.      Merancang RPP sesuai dengan materi. ( Terlampir )
Setelah RPP dirancang, peneliti melakukan kesepakatan dengan pihak mitra peneliti yakni guru atau wali kelas yang sebelumnya sudah menyepakati adanya permasalahan dalam kelas.
Disini kesepakatan yang ada yakni kesepakatan adanya solusi pembelajaran yang sudah dipilih yang sesuai dengan permasalahan yang ada serta RPP. Setelah peneliti sharing dengan mitra sekolah. Maka hasilnya yakni, pihak mitra sekolah menyepakati dan menyetujui adanya model pembelajaran yakni model pembelajaran kooperatif type Make a Match serta RPP yang sudah dipilih dan dibuat oleh peneliti.
2.     Merancang metode pengambilan data.
Untuk menghasilkan data yang valid dalam penelitian, peneliti harus benar-benar jeli dalam mengambil pengambilan data yang nantinya akan dipakai saat penelitian tindakan kelas. Disini peneliti memilih observasi selama penelitian berlangsung serta wawancara terhadap responden yakni para siswa serta guru yang akan mempraktekkan metode yang sudah dipilih oleh peneliti. Berikut adalah penjabaran dari observasi dan wawancara yang sudah dipilh oleh peneliti :
a.     Observasi
Observasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap suatu obyek dalam suatu periode tertentu dan mengadakan pencatatan secara sistematis tentang hal-hal tertentu yang diamati. Bentuk kegiatan observasi yang dilakukan dalam PTK ini menggunkanan model observasi terbuka. Adapaun yang dimaksud observasi terbuka adalah apabila pengamat atau observer melakukan pengamatannya dengan mencatatkan segala sesuatu yang terjadi di kelas.
Hasil pengamatan dari mitra peneliti serta para siswa selanjutnya dijadikan catatan data lapangan. Sumber informasi yang sangat penting dalam penelitian ini (PTK) adalah catatan lapangan (field notes) yang dibuat oleh peneliti/mitra peneliti yang melakukan pengamatan atau observasi.[11]
Yang dimana artinya bahwa peneliti akan mengobservasi semua yang telah terjadi selama penelitian berlangsung. Mulai dari keefektifan siswa yang nantinya diinginkan serta peningkatan keaktifan yang diharapkannya nanti.
b.     Wawancara
Wawancara adalah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara verbal kepada orang-orang yang dianggap dapat memberikan informasi atau penjelasan hal-hal yang dipandang perlu.
Dalam PTK ini kegiatan wawancara dilakukan oleh peneliti dan dibantu mitra peneliti kepada beberapa orang siswa (sebagai sampel) yang terlibat dalam kegiatan PTK ini.[12]
Instrumen wawancara yang akan diterapkan yakni berupa pertanyaan - pertanyaan yang akan disampaikan oleh peneliti terhadap para siswa atau guru.
B.    Prosedur pelaksanaan tindakan dan pengamatan
1.     Mengungkapkan implementasi rancangan tindakan
a.      Kegiatan awal :
1)     Mengkondisikan siswa pada situasi pembelajaran.
2)     Guru menjelaskan materi yang sudah dipilih terlebih dahulu.
3)     Menyampaikan kompetensi dasar.
4)     Memotivasi siswa.
b.     Kegiatan inti :
1)     Guru memberikan arahan terhadap siswa bagaimana prosedur model pembelajaran yang akan dipakai.
2)     Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep/topik yang cocok untuk sesi review (satu sisi berupa kartu soal dan sisi sebaliknya berupa kartu jawaban). ( Terlampir )
5)     Mebagikan kartu kepada siswa, setiap siswa mendapat satu kartu dan memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegang.
6)     Siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (kartu soal/kartu jawaban).
7)     Siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi point.
8)     Setelah babak kartu dicocokkan lagi agar setiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya.
c.      Penutup :
1)     Kesimpulan : Guru menjelaskan kembali materi yang sedang diajarkan.
2.     Mengungkapkan cara melakukan pengamatan dalam meningkatkan keaktifan siswa.
Dalam melakukan penelitian dan menerapkan suatu model pembelajaran, tidak hanya melakukan dan menerapkan. Akan tetapi peneliti juga perlu melakukan pengamatan dalam penelitian tersebut.
Cara melakukan pengamatan tersebut yakni dengan cara, peneliti harus bisa meradaptasi terhadap para siswa sebelum adanya proses pembelajaran agar mengerti kenapa dalam proses pembelajaran, para siswa kurang dalam hal keaktifan.
Saat proses pembelajaran berlangsung, peneliti mengamati apakah ada beberapa siswa yang masih belum aktif atau belum mengetahui bagaimana cara metode yang disampaikan atau malah para siswa antusias sekali dalam pembelajaran tersebut serta sudah mulai aktif dalam pembelajaran. Tidak hanya itu akan tetapi,perlunya mencatat hal-hal yang terjadi dalam kelas itu juga penting dalam penelitian, karena untuk mengetahui apakah para siswa sudah efektif dalam pembelajaran, artinya sudah menunjukkan keaktifannya atau malah para siswa tidak antusias dengn model pembelajaran tersebut.
Setelah proses pembelajaran berlangsung, saatnya bercengkrama atau wawancara dengan para siswa pun juga penting dalam pengamatan. Wawancara dilakukan pada saat pembelajaran sudah usai.
C.    Refleksi
1.     Mengungkapkan cara melakukan refleksi.
Setelah sudah mengetahui permasalahan yang ada dalam kelas, yakni kurangnya keaktifan dalam proses pembelajaran. Kemudian menemukan solusi yang sudah dicocokkan sebelumnya yang dimana diharapkan para siswa bisa aktif kembali dalam proses belajar mengajar.
Selama melakukan refleksi, peneliti harus benar- benar mengamati apakah para siswa sudah aktif sesuai dengan keefektifan pembelajaran atau masih belum. Jika para siswa sudah memenuhi syarat keaktifan dalam pembelajaran, maka solusi yang sudah dipilih akan terus diterapkan atau lebih ditingkatkan lagi. Akan tetapi jika refleksi pertama masih belum menunjukkan ketingkatan keaktifannya. Maka dilakukanlah refleksi kedua atau siklus yang kedua.
Sebuah penelitian sangat mustahil apabila hanya melakukan siklus pertama saja. Karena belum efektif sepenuhnya pada saat hasil yang akan diterimanya.
2.     Mengungkapkan siapa saja yang terlibat dalam melakukan refleksi.
Yang terlibat dalam melakukan refleksi peneliti dengan mitra sekolah yang terdiri dari guru (Wali Kelas).
D.    Subjek Penelitian
Dalam melakukan penelitian, pasti membutuhkan responden yakni para siswa yang nantinya akan menjadi subjek penelitian. Pada penelitian saat ini, peneliti telah mengumpulkan responden sebanyak 28 siswa yang dimana responden tersebut yakni dari kelas IV C SDN karangbong tempat peneliti melakukan penelitian. Yang terdiri dari :
Laki – Laki
17 Siswa
Perempuan
12 Siswa
Jumlah Keseluruhan
29 Siswa

E.    Instrumen Penelitian
Dari penjelasan metode pengambilan data yang sudah disampaikan diatas, disini peneliti akan menggunakan tehnik – tehnik yang nantinya akan diterapkan selama penelitian :
a.      Observasi. ( Terlampir )
b.     Wawancara. ( Terlampir )
F.     Teknik Analisis Data
Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam analisis data adalah sebagai berikut.
a.      Memilih data (reduksi data)
Pada langkah pemilihan data ini, pilihlah data yang relevan dengan tujuan perbaikan pembelajaran. Data yang tidak relevan dapat dibuang, dan jika dianggap perlu, peneliti dapat menambahkan data baru dengan mengingat kembali peristiwa atau fenomena yang terjadi selama pelaksanaan rencana tindakan.
b.      Mendeskripsikan data hasil temuan (memaparkan data)
Pada kegiatan ini, peneliti membuat deskripsi dari langkah yang yang dilakukan pada kegiatan memilih data (reduksi data) tersebut.
c.      Menarik kesimpulan hasil deskripsi
Berdasarkan deskripsi yang telah dibuat pada langkah memaparkan data tersebut, selajutnya dapat ditarik kesimpulan hasil pelaksanaan rencana tindakan yang telah dilakukan.






BAB IV
HASIL dan ANALISIS PENELITIAN

A.    Siklus Pertama
1.     Tindakan Pertama
Peneliti telah menyusun jadwal pelaksanaan tindakan, yang mana nantinya jadwal tersebut disampaikan pada mitra sekolah (kepala sekolah dan wali kelas) untuk diketahui dan disetujui. Setelah jadwal pelaksanaan dibuat, langkah selanjutnya yaitu menyusun RPP untuk pelaksanaan tindakan serta alat peraga yang sudah disiapkan.
2.     Tindakan Kedua
Sesuai dengan pembelajaran pada kelas IV SD yang mana yaitu kelas tematik, maka pembelajaran yang diterapkan yaitu tema 4 pada subtema 1 yang membahas tentang jenis- jenis pekerjaan yang meliputi beberapa mata pelajaran, yaitu antara lain IPA, IPS, dan Bahasa Indonesia.
Perangkat pembelajaran yang digunakan pada siklus ini yaitu RPP, media kartu yang sesuai dengan metode, serta buku permendikbud. Untuk RPP dapat dilihat pada lampiran.
Berikut diuraikan langkah tindakan dalam pembelajaran, yakni sebagai berikut:
a.      Guru menjelaskan materi yang sesuai dengan tema dan subtema yang telah dipilih.
b.     Jika serasa sudah cukup, guru menerapkan model pembelajaran yang sudah dipilih.
c.      Para siswa telah diberikan kartu, beberapa siswa diberikan kartu pertanyaan dan beberapa siswa diberikan kartu jawaban.
d.     Setelah semua kartu sudah disebar ke semua siswa, dalam hitungan ketiga siswa diperintahkan untuk mencocokkan.
e.      Akan tetapi guru juga membawa beberapa kartu yang mana nantinya siswa akan mencari dan mencocokkan dengan kartu yang dibawa guru jika mereka tidak menemukan di teman sebaya mereka.
f.      Jika mereka sudah menemukan dan mencocokkan antara kartu pertanyaan dan jawaban, para siswa diperintahkan untuk menulis dibuku mereka masing-masing, sebagai catatan mereka.
g.     Model pembelajaran tersebut diulang dua kali agar para siswa lebih memahami materi yang sudah diberikan.
h.     Jika serasa sudah cukup, maka guru membahas materi yang ada dibuku permendikbud yang sesuai dengan kartu yang sudah diberikan, agar mereka lebih faham dengan materi tersebut.
i.       Guru memberikan arahan saat para siswa mengerjakan materi pada buku permendikbud.
j.       Mereka mencocokkan kembali antara kartu yang sudah diterapkan dengan materi yang ada.
k.     Jika serasa mereka sudah faham betul, maka guru memberikan beberapa soal yang sesuai dengan materi untuk dikerjakan secara berkelompok yang terdiri dari 5-6 siswa.
l.       Setelah waktu yang diberikan telah habis, maka semua soal kelompok akan dikumpulkan.
3.     Tindakan ketiga
Data hasil penelitian berupa data observasi dan wawancara yang ada pada lampiran.
Teknik Pengumpulan Data
Deskripsi pelaksanaan
Dan hasil yang diperoleh
Analisis – Refleksi
1       Observasi
Pelaksanaan observasi dilakukan oleh mitra sekolah (wali kelas) :
Siswa
a.      Keaktifan para siswa terlihat pada saat metode pembelajaran make a mathc diterapkan, serta pada saat penugasan individu maupun kelompok.
b.     Sebagian dari mereka masih ada juga yang belum faham pada metode tersebut.
c.      Media pembelajaran sangat variatif, yakni kartu jawaban dan pertanyaan yang berwarna, yang dimana nantinya akan bisa merangsang siswa.
Pengajar
a.      Pada saat menjelaskan materi, pengajar masih memakai media ceramah. Menjadikan siswa merasa bosan dan tidak memahami materi.
b.     Dalam reward atau hadiah untuk diakhir pelajaran tidak diterapkan.
c.      Tidak mengarahkan atau menjelaskan materi untuk pertemuan yang akan datang.

Hal yang masih terlihat kurang pada siklus ini :
a.      Pada siswa yang berlatar belakang kurang dalam hal prestasi, mereka masih belum faham dan mengerti dengan materi melalui cara pembelajaran yang telah diberikan.
b.     Perlu persiapan pada para siswa sendiri, dalam artian mereka seharusnya diberikan arahan agar mereka mempelajari materi tersebut terlebih dahulu sebelum memasuki materi yang akan diberikan.
c.      Sebaiknya memberikan penghargaan (hadiah) atau pujian terhadap siswa yang sudah berhasil dan yang memberikan mptivasi bbagi yang masih belum maximal.

Refleksi dilakukan antara peneliti dan mitra sekolah dengan cara berdiskusi.

Diskusi ini membicarakan tentang data yang diperoleh dari observasi dan wawancara.

Hasil refleksi menyimpulkan bahwa :
a.      Perlu memberikan reward atau penguatan atau penghargaan (hadiah) agar para siswa termotivasi.
b.     Siwa sebaiknya diperintahkan untuk mempelajari materi yang akan disampaikan.
c.      Pada saat menjelaskan sebaiknya menggunakan bahasa yang mudah dimengerti para siswa.

2       Wawancara
Pada umumnya responden sangat antusias dengan metode pembelajaran yang disampaikan,karena sangat termotivasi dan menyenangkan. akan tetapi terkadang mereka masih ada ketegangan pada saat ingin bertanya dan menjawab, karena mereka takut salah dan sebelumnya mereka belum ada persiapan dalam materi yang disampaikan.




4.   Tindakan Keempat
Simpulan sementara yang dapat diperoleh dari hasil observasi dan wawancara tersebut adalah bahwa :
a.      Dilihat dari sisi proses dalam pembelajaran yang sudah diberikan disiklus 1 telah menunjukkan adanya perkembangan keaktifan serta motivasi para siswa.
b.     Dilihat dari sisi pengajar sudah memberikan optimalisasi dalam penyampaian materi serta menerapkan model pembelajaran yang sudah dipilih.
c.      Dalam upaya meningkatkan keaktifan siswa sudah mulai tampak, akan tetapi masih terdapat hal – hal yang masih perlu peningkatan , antara lain :
1)     Pada saat menjelaskan materi sebaiknya menggunakan bahasa yang dapat mengerti para siswa.
2)     Perlunya memberika reward atau penghargaan (hadiah) untuk memotivasi para siswa.
3)     Siswa sebaiknya diperintahkan untuk mempelajari materi yang akan disampaikan maximal satu minggu sebelumnya.
Berdasarkan kesimpulan yang sudah disampaikan, maka peneliti serta mitra sekolah segera menyiapkan dan merancang perencanaan pembelajaran untuk siklus yang kedua dengan memperhatikan temuan – temuan diatas.
B.    Siklus Kedua
1.   Tindakan Pertama
Untuk siklus kedua, sama seperti perencanaan siklus pertama peneliti telah menyusun jadwal pelaksanaan tindakan, yang mana nantinya jadwal tersebut disampaikan pada mitra sekolah (kepala sekolah dan wali kelas) untuk diketahui dan disetujui. Setelah jadwal pelaksanaan dibuat, langkah selanjutnya yaitu menyusun RPP untuk pelaksanaan tindakan serta alat peraga yang sudah disiapkan.
2.     Tindakan Kedua
Sesuai dengan pembelajaran pada kelas IV SD yang mana yaitu kelas tematik, maka pembelajaran yang diterapkan yaitu tema 4 pada subtema 2 yang membahas tentang barang dan jasa yang meliputi beberapa mata pelajaran, yaitu antara lain SBdP, IPA, dan Bahasa Indonesia.
Perangkat pembelajaran yang digunakan pada siklus ini yaitu RPP (terlampir), media kartu yang sesuai dengan metode, serta buku permendikbud.
Berikut diuraikan langkah tindakan dalam pembelajaran, yakni sebagai berikut:
a.      Guru menjelaskan materi yang sesuai dengan tema dan subtema yang telah dipilih.dan tidak lupa guru menanyakan apakah kemarin sudah mempelajari materi yang akan disampaikan.
b.     Setelah menjelaskan, guru memberikan gambar yang sesuai dengan materi agar para siswa lebih faham dan apakah mereka sudah faham atau belum. Jika belum faham boleh dipertanyakan.
c.      Jika serasa sudah cukup, guru menerapkan model pembelajaran yang sudah dipilih.
d.     Para siswa telah diberikan kartu, beberapa siswa diberikan kartu pertanyaan dan beberapa siswa diberikan kartu jawaban.
e.      Setelah semua kartu sudah disebar ke semua siswa, dalam hitungan ketiga siswa diperintahkan untuk mencocokkan.
f.      Akan tetapi guru juga membawa beberapa kartu yang mana nantinya siswa akan mencari dan mencocokkan dengan kartu yang dibawa guru jika mereka tidak menemukan di teman sebaya mereka.
g.     Jika mereka sudah menemukan dan mencocokkan antara kartu pertanyaan dan jawaban, para siswa diperintahkan untuk menulis dibuku mereka masing-masing, sebagai catatan mereka.
h.     Dan tidak lupa guru memberikan penghargaan (hadiah) bagi siswa yang sudah berhasil pertama kali, akan tetapi tidak lupa juga memberikan nasihat bagi siswa yang belum berhasil, agar siswa tidak putus asa dan iri dengan teman sejawatnya.
i.       Model pembelajaran tersebut diulang dua kali agar para siswa lebih memahami materi yang sudah diberikan.
j.       Jika serasa sudah cukup, maka guru membahas materi yang ada dibuku permendikbud yang sesuai dengan kartu yang sudah diberikan, agar mereka lebih faham dengan materi tersebut.
k.     Guru memberikan arahan saat para siswa mengerjakan materi pada buku permendikbud.
l.       Mereka mencocokkan kembali antara kartu yang sudah diterapkan dengan materi yang ada.
m.   Jika serasa mereka sudah faham betul, maka guru memberikan beberapa soal yang sesuai dengan materi untuk dikerjakan secara berkelompok yang terdiri dari 5-6 siswa.
n.     Setelah waktu yang diberikan telah habis, maka semua soal kelompok akan dikumpulkan.
3.     Tindakan ketiga
Data hasil penelitian berupa data observasi dan wawancara yang ada pada lampiran.
Teknik Pengumpulan Data
Deskripsi pelaksanaan
Dan hasil yang diperoleh
Analisis – Refleksi
1.             Observasi
Pelaksanaan observasi dilakukan oleh mitra sekolah (wali kelas) :
Siswa :
a.      Sebagian besar siswa sudah menunjukkan keaktifan mereka. Karena guru merangsang keaktifan mereka dengan memperhatikan gambar dan memberikan pertanyaan.
b.     Keaktifan para siswa telah terlihat pada saat tanya jawab dengan memperhatikan gambar yang disajikan. Mereka antusias sekali.
c.      Keaktifan para siswa juga terlihat pada saat penugasan individu maupun kelompok. Karena mereka sudah memahami materi yang sudah dijelaskan.
d.     Media pembelajaran sangat variatif, yakni kartu jawaban dan pertanyaan yang berwarna serta dikombinasikan gambar disampinknya, yang dimana nantinya akan lebih bisa merangsang siswa.
e.      Para siswa juga diberikan penghargaan bagi yang sudah berhasil, akan tetapi bagi anak yang belum berhasil diberikan motivasi serta nasehat agar mereka lebih semangat dan tidak putus asa dan iri.
Pengajar :
a.      Pada saat menjelaskan pengajar sudah menggunakan media gambar. Menjadikan para siswa lebih faham dari pertemuan yang lalu.
b.     Pengajar juga menjadi lantang dalam bersuara.
c.      Pengajar juga sudah memberikan reward dan hadiah untuk siswa yang sudah berhasil.
Refleksi dilakukan antara peneliti dan mitra sekolah dengan cara berdiskusi.

Diskusi ini membicarakan tentang data yang diperoleh dari observasi dan wawancara pada siklus 2. Hasil refleksi menyimpulkan bahwa dengan menggunakan metode make a mathc dalam kegiatan penelitian ini menjadikan kegiatan pembelajaran sudah mulai efektif dalam keaktifan para siswa kelas IV C.

Oleh karena, kegiatan pembelajaran sudah mulai efektif maka berdasarkan hasil refleksi kegiatan penelitian ini dianggap selesai.
2.   Wawancara
Pada umumnya responden lebih antusias dengan metode pembelajaran yang disampaikan dibandingkan disiklus 1,karena sangat termotivasi dan menyenangkan. Walaupun motivasi mereka masih bersifat eksternal yaitu hanya ingin mendapatkan penghargaan (hadiah).




4.   Tindakan Keempat
Simpulan sementara yang dapat diperoleh dari hasil observasi dan wawancara tersebut adalah bahwa kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif type make a mathc ternyata memberikan dampak adanya keefektifan para siswa dalam keaktifan mereka.
Berdasarkan simpulan sementara pada siklus 1 dan 2 dapat disimpulkan bahwa hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan kelas ini yakni Jika model pembelajaran cooperative type make a match diterapkan, maka keaktifan siswa kelas 4C SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo akan meningkat, dapat diterima.



BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil pelaksanaan penelitian tindakan kelas mengenai penerapan model pembelajaran kooperatif type make a mathc pada siswa kelas IV C SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo yang berangsung selama 2 siklus dapat disimpulkan :
1.       Selama berlangsungnya PTK, upaya penerapan model pembelajaran kooperatif type make a mathc pada siswa kelas IV C SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo dalam kegiatan keaktifan siswa berlangsung dengan baik.
2.       Upaya penerapan model pembelajaran kooperatif type make a mathc pada siswa kelas IV C SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo dalam kegiatan keaktifan siswa dikelola dengan baik memberikan hasil yang sudah mulai efektif dalam kegiatan pembelajaran.
3.       Media pembelajaran dengan cara mencocokkan kartu jawaban dengan pertanyaan atau sebaliknya dikombinasikan dengan gambar cukup efektif  dalam materi tematik.
4.       Hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan kelas ini yakni Jika model pembelajaran cooperative type make a match diterapkan, maka keaktifan siswa kelas 4C SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo akan meningkat, dapat diterima.
B.    Saran.
Ditinjau dari hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan kelas ini yakni Jika model pembelajaran cooperative type make a match diterapkan, maka keaktifan siswa kelas 4C SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo akan meningkat, yang dapat diterima.
Diharapkn guru dapat menerapkan model pembelajaran cooperative type make a match pada siswa kelas 4C SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo di materi – materi selanjutnya, agar dalam kegiatan pembelajaran lebih efektif dan meningkat.




DAFTAR PUSTAKA


Ariant, Abaz. 2012. Makalah Model Pembelajaran Kooperatif, (online), (http://abazariant.blogspot.com/2012/10/makalah-model-pembelajaran kooperatif.html),
diakses tanggal 21 November 2014.
Hamalik, Oemar, Proses Belajar Mengajar. 2007. Jakarta: Bumi Aksara.
Huda, Miftahul, Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. 2003. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
Khairudin, et.al.  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. 2007.Yogyakarta: Nuansa Aksara.
Muslich, Masnur, KTSP, 2008. Jakarta ; Bumi Aksara. 
Rusman, Model-model Pembelajaran,2012. Bandung : Rajagrafindo. 
Silberman, Melvi L. Active Learning, 101 Cara Siswa Belajar Aktif. 2004. Bandung: Nusa
Media. terj.Raisul Muttaqiem.
Wiriaatmadja, Rochiati,  Metode Penelitian Tindakan Kelas. 2005. Remaja
Rosdakarya:Bandung.
Yamin, Martinis, Kiat Membelajarkan Siswa. 2007. Jakarta: Gaung Persada.
















Lampiran I

JADWAL PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS IV C
TEMA 4 ( Berbagai Pekerjaan ) – Subtema 1 dan Subtema 2
SDN KARANGBONG GEDANGAN SIDOARJO
TAHUN PELAJARAN 2014-2015

No
Kegiatan
Sept 2014
Okt 2014
Nop 2014
Des 2014
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Penyusunan proposal
















2
Penggalian data awal
















3
Penyempurnaan proposal
















4
Perencanaan umum
















SIKLUS 1
















5
Tindakan 1
















6
Tindakan 2
















7
Tindakan 3
















8
Observasi dan wawancara
















9
Refleksi
















SIKLUS 2
















10
Revisi Perencanaan siklus 2
















11
Tindakan 4
















12
Tindakan 5
















13
Tindakan 6
















14
Observasi dan wawancara
















15
Penyusuna Laporan
















14
Pameran hasil penelitian



















Lampiran II

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan     : SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo
Kelas / Semester        : IV C /1
Tema                          : Berbagai Pekerjaan (Tema 4)
Sub Tema                   : Jenis-Jenis Pekerjaan (Sub Tema 1)
Pembelajaran ke       : 1
Alokasi waktu            : 1 Hari
Siklus                          : 1

A.    KOMPETENSI INTI
1.     Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2.     Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru.
3.     Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah.
4.     Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B.    KOMPETENSI DASAR
IPS
3.1    Mengenal manusia, aspek keruangan, konektivitas antarruang, perubahan dan keberlanjutan dalam waktu, sosial, ekonomi, dan pendidikan
3.5    Memahami manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi
4.1    Menceritakan tentang hasil bacaan mengenai pengertian ruang, konektivitas antarruang, perubahan, dan keberlanjutan dalam waktu, sosial, ekonomi, dan pendidikan dalam lingkup masyarakat di sekitarnya
4.5    Menceritakan manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi.
IPA
3.7    Mendeskripsikan hubungan antara sumber daya alam dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat
4.7    Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang teknologi yang digunakan di kehidupan seharihari dan kemudahan yang diperoleh oleh masyarakat dengan memanfaatkan teknologi tersebut.
Bahasa Indonesia
3.4    Menggali informasi dari teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku.
4.4    Menyajikan teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam secara mandiri dalam teks bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku.

C.    INDIKATOR
IPS
Mengidentifikasi sumber bahan baku teh
1.     Mengidentifikasi keberadaan jenis-jenis pekerjaan serta hubungannya dengan kondisi geografis.
2.     Menjelaskan proses industri teh.
IPA
1.     Menjelasakan sumber daya alam di suatu daerah dan menghubungkannya dengan jenis - jenis pekerjaan yang ada.
Bahasa Indonesia
1.     Mengolah informasi tentang proses pembuatan teh

D.    TUJUAN
Dengan mengkaji bacaan tentang hubungan sumber daya alam dan pekerjaannya, siswa mampu menjelaskan hubungan sumber daya alam dan pekerjaan yang ada di daerah tersebut.
Setelah menganalisa gambar, siswa mampu mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan yang ada di kebun teh secara rinci.
Setelah menganalisa peta siswa mampu mengidentifikasi kondisi geografis dan pekerjaan dengan benar.
Setelah mengamati gambar dan berdiskusi, siswa mampu menjelaskan hubungan antara sumber daya alam dan kondisi geografis (dataran rendah, tinggi dan perairan).
Setelah membaca teks petualangan “Ulil SI Daun Teh”, siswa mampu menjelaskan proses daun teh menjadi teh tubruk secara runtut.

E.    MATERI
Proses pembuatan teh, keadaan wilayah tempat tinggal mereka dan jenis-jenis pekerjaan yang ada, peta sederhana, bacaan tentang Ulil Si Daun Teh.

F.     PENDEKATAN & METODE
Pendekatan            : Scientific
Strategi                 : Cooperative Learning type make a macth
Teknik                   : Example Non Example
Metode                  : Permainan, Penugasan, Tanya Jawab, dan Ceramah


G.   KEGIATAN  PEMBELAJARAN
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi
Waktu
Kegiatan
Pendahuluan
1.     Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk mengawali kegiatan pembelajaran)
2.     Melakukan komunikasi  tentang kehadiran siswa
3.     Mengajak siswa menyanyikan lagu yel-yel
4.     Meminta informasi dari siswa mengenai kegiatan piket yang telah dilaksanakan pada pagi hari dan bertanya jawab tentang materi pembelajaran.
5.     Guru menyiapkan fisik dan psikhis anak dalam nengawali kegiatan pembelajaran serta menyapa anak.
6.     Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
    10
    menit
Kegiatan
Inti
1.     Guru menjelaskan materi yang sesuai dengan tema dan submateri.
2.     Guru menerapkan model pembelajaran yang telah dirancang yang dimana langkah – langkahnya sebagai berikut :
a.      Guru memberikan arahan terhadap siswa bagaimana prosedur model pembelajaran yang akan dipakai.
b.     Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep/topik yang cocok untuk sesi review (satu sisi berupa kartu soal dan sisi sebaliknya berupa kartu jawaban).
c.      Membagikan kartu kepada siswa, setiap siswa mendapat satu kartu dan memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegang.
d.     Siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (kartu soal/kartu jawaban).
e.      Siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi point.
f.      Setelah babak kartu dicocokkan lagi agar setiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya.
g.     Setelah itu para siswa diperintah untuk menuliskan soal serta pertanyaan yang sudah dicocokkan.
3.     Setelah semua siswa mencocokkan dengan benar, guru memberikan tugas untuk lebih menekankan materi yang sudah disampaikan dengan metode make a macth.
Penugasan :
1.     Siswa mengamati gambar proses pembuatan teh. Ingatkan siswa untuk memperhatikan langkah-langkah proses tersebut secara detail.
a.      Guru berkeliling saat siswa mengamati gambar. Pastikan semua siswa melakukan tugasnya.
b.     Guru bisa mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengarahkan siswa memperhatikan secara rinci proses pembuatan teh yang ada dalam gambar.
c.      Siswa diminta berdiskusi dengan seorang teman untuk menjawab pertanyaan yang ada di buku mengenai letak perkebunan teh, pekerjaan yang ada di perkebunan tersebut, dan tugas dari setiap pekerja tersebut.
d.     Siswa menuliskan jawaban di buku.
Jawaban Penugasan:
1.     Di manakah letak perkebunan teh? (di pegunungan di dataran tinggi)
2.     Pekerjaan apa saja yang ada di perkebunan teh? ( pemetik teh, pengolah teh, dan pengemas teh).
3.     Apa tugas dari masing-masing pekerja di kebun teh? (memetik teh, mengolah teh, dan mengemas teh)
2.     Siswa mengamati tiga gambar yang berisi tiga jenis profesi dari di tiga tempat yang berbeda.
a.      Siswa menuliskan keterangan tentang tiga jenis profesi tersebut di bagian bawah gambar.
b.     Siswa diingatkan untuk mengisi keterangan tentang tiga jenis profesi tersebut dengan teliti.
c.      Siswa menganalisis hubungan antara pekerjaan dan tempat bekerja. Kemudian, menuliskan jawaban dari pertanyaan yang ada di buku.
d.     Guru menguatkan materi bahwa ada beberapa pekerjaan yang sangat berhubungan dengan tempat mereka berada, seperti pemetik teh yang tinggal di pegunungan yang disebut sebagai dataran tinggi dan nelayan di pantai yang tinggal di dataran rendah.
3.     Siswa melakukan tugas individu yaitu menceritakan keadaan wilayah tempat tinggal mereka dan jenis-jenis pekerjaan yang ada, serta menuliskannya di buku.
a.      Guru mengingatkan siswa untuk memperhatikan kondisi wilayah tempat tinggal mereka, apakah di daerah dataran tinggi, dataran rendah, atau di daerah perairan.
b.     Siswa diharapkan mengetahui hubungan antara kondisi wilayah tempat tinggal dan jenis pekerjaan yang ada.
c.      Guru menutup sesi pembelajaran dengan penguatan konsep bahwa ada beberapa jenis profesi yang keberadaannya dipengaruhi oleh kondisi geografis.
4.     Siswa mengamati peta sederhana yang ada di buku.
a.      Guru mengingatkan siswa untuk memperhatikan secara rinci gambar-gambar yang ada di dalam pulau dan memahami arti warna yang ada di kolom legenda.
b.     Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan siswa tentang perbedaan warna yang ada di peta.
c.      Siswa diingatkan untuk memprediksi jenis-jenis pekerjaan yang ada di daerah-daerah yang terdapat di peta, misalnya pemetik teh di dataran tinggi dan nelayan di wilayah perairan.
d.     Siswa menuliskan hasil pengamatan peta pada tabel di buku.
e.      Siswa membuat kesimpulan tentang isi tabel, bahwa kondisi geografis tempat tinggal suatu masyarakat akan memengaruhi jenis-jenis pekerjaan masyarakat yang ada di wilayah tersebut. Siswa menuliskan kesimpulan mereka di buku.
f.      Guru memberikan penguatan tentang materi yang telah dipelajari, bahwa kenampakan wilayah permukaan bumi itu terdiri atas dataran rendah, dataran tinggi, dan perairan, yang kemudian memengaruhi jenis-jenis pekerjaan yang ada di masyarakat tersebut.
5.     Siswa membaca senyap, bacaan tentang Ulil Si Daun Teh.
a.      Siswa menyebutkan sebanyak mungkin pekerjaan yang ada dalam cerita.
b.     Siswa menuliskan proses Ulil Si Daun Teh sampai
menjadi teh tubruk yang dapat dinikmati oleh semua
orang dalam kolom yang tersedia di buku.
Tugas Berpasangan:
1.     Siswa bercerita pada teman pasangannya tentang proses pembuatan daun teh secara singkat.
2.     Siswa kemudian saling menilai presentasi pasangannya dengan memperhatikan criteria yang diharapkan, dalam rubrik penilaian.
Penilaian :
1.     Guru menerangkan kriteria yang ada dalam rubrik penilaian.
2.     Guru juga menerangkan cara mengisi rubrik.
    150
    menit

Kegiatan
Penutup
1.     Siswa menuliskan pengalaman belajar tentang materi yang telah mereka pelajari, yaitu hubungan antara pekerjaan seseorang dengan lokasi tempat tinggal. Siswa menuliskan di buku.
2.     Siswa melakukan renungan dengan mengisi daftar periksa tentang kebiasaan terhadap lingkungan sekitar dengan memberikan tanda (). Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan perenungan di  Buku Guru.
3.     Guru menyampaikan pesan moral tentang  sikap terhadap Berbagai Pekerjaan dengan bijak.
Tugas :
1.     Siswa mencari informasi tentang pekerjaan orang tua masing-masing. Informasi berisi tentang tugas dan wilayah tempat orang tua mereka bekerja.
2.     Salam dan doa penutup.
Pengayaan :
1.     Siswa menceritakan kelebihan atau keunikan yang dimiliki masyarakat di daerah tempat tinggal masing-masing. Kelebihan atau keunikan tersebut berkaitan dengan jenis-jenis profesi atau kekayaan alamnya.
    15
    menit

H.    SUMBER DAN  MEDIA
1.     Diri anak.
2.     Lingkungan keluarga.
3.     Lingkungan sekolah
4.     Buku Pedoman Tema 4 Kelas IV.
5.     Kartu yang disiapkan yang sesuai dengan metode pembelajaran.

I.      PENILAIAN
  1. Prosedur Penilaian
a.     Penilain Proses
Menggunakan format pengamatan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran sejak dari kegiatan awal sampai dengan kegiatan akhir.
b.     Penilaian Hasil Belajar
Menggunakan instrumen penilaian hasil belajar dengan tes tulis dan lisan (terlampir).
  1. Instrumen Penilaian
a.     Penilaian Proses
1)  Penilaian Kinerja.
2)  Penilaian Produk.



b.     Penilaian Hasil Belajar
1)     Pilihan ganda.
2)     Isian singkat.
3)     Esai atau uraian.


Mengetahui
Kepala Sekolah,



SUPARTI RIANAWATI, S,Pd
NIP. 19570314 197707 2001
Karangabong, 21 November 2014
Guru Kelas IV C,



H.MAS’UD, S.Pd
NIP.  19621002 199001 1003




Lampiran III

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan     : SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo
Kelas / Semester        : IV C /1
Tema                          : Berbagai Pekerjaan (Tema 4)
Sub Tema                   : Barang dan Jasa (Sub Tema 2)
Pembelajaran ke       : 1
Alokasi waktu            : 1 Hari
Siklus                          : 2

A.    KOMPETENSI INTI
1.     Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2.     Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru.
3.     Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah.
4.     Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B.    KOMPETENSI DASAR
SBdP
3.5      Mengetahui berbagai alur cara dan pengolahan media karya kreatif
4.14    Membuat karya kreatif yang diperlukan untuk melengkapi proses pembelajaran dengan memanfaatkan bahan di lingkungan.
IPA
3.7      Mendeskripsikan hubungan antara sumber daya alam dengan lingkungan,
teknologi, dan masyarakat
4.7      Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang teknologi yang digunakan di kehidupan sehari-hari serta kemudahan yang diperoleh oleh masyarakat dengan memanfaatkan teknologi tersebut.
Bahasa Indonesia
3.4      Menggali informasi dari teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku
4.4      Menyajikan teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam secara mandiri dalam teks bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku

C.    INDIKATOR
SBdP
Membuat minuman tradisional sebagai karya yang melengkapi proses pembelajaran tentang teknologi sederhana.
IPA
Menjelaskan teknologi yang digunakan untuk memanfaatkan sumber daya alam Menyajikan laporan hasil Pengamatan.
Bahasa Indonesia
Mengolah informasi yang ada di teks dalam bentuk peta pikiran.

D.    TUJUAN
1     Setelah membaca, siswa mampu mengolah informasi dari teks dengan benar.
2     Setelah mengamati benda-benda di kelas, siswa mampu memprediksi jenis teknologi yang digunakan untuk pengolahan benda-benda di kelas dengan mandiri.
3     Setelah diskusi, siswa mampu berkreasi membuat sebuah produk yang mengaplikasikan teknologi sederhana dengan memperhatikan langkah-langkah yang diberikan, secara benar dan mandiri.

E.    MATERI
Teks cerita tentang Pak Sukri, Jenis–Jenis Pekerjaan Penghasil Barang Dan Jasa, cara pengolahan sumber daya alam, teknologi modern.

F.     PENDEKATAN & METODE
Pendekatan     : Scientific.
Strategi           : Cooperative Learning type make a macth.
Teknik             : Example Non Example.
Metode            : Permainan, Penugasan, Tanya Jawab, dan Ceramah

J.     KEGIATAN  PEMBELAJARAN
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi
Waktu
Kegiatan
Pendahuluan
1.     Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing.
2.     Melakukan komunikasi  tentang kehadiran siswa. Guru menyiapkan fisik dan psikhis siswa dalam mengawali kegiatan pembelajaran, yaitu mengajak siswa menyanyikan yel-yel penyemangat sebelum belajar.  Menginformasikan Tema/Sub Tema yang akan dibelajarkan. Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
    10
    menit
Kegiatan
Inti
4.     Guru menjelaskan materi yang sesuai dengan tema dan submateri.
5.     Guru menerapkan model pembelajaran yang telah dirancang yang dimana langkah – langkahnya sebagai berikut :
h.     Guru memberikan arahan terhadap siswa bagaimana prosedur model pembelajaran yang akan dipakai.
i.       Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep/topik yang cocok untuk sesi review (satu sisi berupa kartu soal dan sisi sebaliknya berupa kartu jawaban).
j.       Membagikan kartu kepada siswa, setiap siswa mendapat satu kartu dan memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegang.
k.     Siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (kartu soal/kartu jawaban).
l.       Siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi point.
m.   Setelah babak kartu dicocokkan lagi agar setiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya.
n.     Setelah itu para siswa diperintah untuk menuliskan soal serta pertanyaan yang sudah dicocokkan.
6.     Setelah semua siswa mencocokkan dengan benar, guru memberikan tugas untuk lebih menekankan materi yang sudah disampaikan dengan metode make a macth.
Penugasan : Tahukah Kamu?
1.     Siswa membaca teks cerita tentang Pak Sukri.
2.     Sambil siswa mengerjakan tugas, guru juga mengarahkan materi yang sudah disampaikan.
3.     Guru mengingatkan siswa tentang materi pekerjaan yang telah dipelajari pada minggu sebelumnya.
4.     Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam bentuk peta pikiran.
5.     Guru menginformasikan bagaimana siswa menuliskan rangkuman/jawaban yang ada dalam peta pikiran. Siswa dapat menuliskannya dalam kotak-kotak kosong yang ada dalam tubuh gambar.
6.     Siswa mengamati gambar dan menuliskan jenis pekerjaan dari gambar–gambar yang ada dan menuliskan hasil kerja dari masing-masing pekerjaan.
7.     Siswa menuliskan kesimpulan dari hasil mengisi jawaban.
Jenis–Jenis Pekerjaan Penghasil Barang Dan Jasa
Jenis–Jenis Pekerjaan ditinjau secara umum.
1.     Setiap orang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jenis-jenis pekerjaan dapat dibedakan berdasarkan hasil dari pekerjaannya, yaitu barang dan jasa.
Pekerjaan yang menghasilkan barang.
1.     Jenis pekerjaan ini menghasilkan barang yang dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti makanan, minuman, perabot rumah tangga, dan lain-lain.
2.     Perhatikan contoh dan jenis-jenis pekerjaan serta hasilnya dibawah ini!
a.      Petani menghasilkan padi, jagung, dan lain-lain.
b.     Pengrajin menghasilkan meja, kursi, dan kerajinan lainnya.
c.      Peternak menghasilkan telur, daging, dan susu.
Pekerjaan yang menghasilkan jasa.
1.     Jenis pekerjaan ini menghasilkan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kita membutuhkan pendidikan, layanan kesehatan, layanan transportasi, dan lain-lain.
2.     Dokter merupakan pekerjaan yang menghasilkan jasa dalam bidang kesehatan.
3.     Perhatikan contoh jenis pekerjaan serta jasanya berikut ini.
a.      Guru berjasa dalam pendidikan.
b.     Dokter berjasa dalam kesehatan.
c.      Sopir berjasa dalam layanan transportasi.
4.     Jenis pekerjaan lain yang menghasilkan jasa ialah montir, sopir, pengacara, polisi, tentara, jaksa, hakim, pegawai negeri, perias pengantin, dan perawat.
Penugasan : Ayo Amati
1.     Siswa mengamati gambar berbagai jenis pekerjaan pada kolom – kolom.
2.     Siswa menuliskan nama pekerjaan serta hasil kerja dari gambar yang berisi berbagai jenis pekerjaan.
3.     Siswa memberikan tanda centang dan silang, sesuai dengan petunjuk pada soal.
4.     Siswa memberikan kesimpulan dari gambar dan hasil jawaban mereka.
5.     Selama siswa menjawab soal, guru juga memberikan arahan atau petunjuk sesuai dengan materi.
6.     Siswa mengamati berbagai jenis pekerjaan yang ada, menuliskan jenis barang yang dihasilkan dari setiap pekerjaan mereka dan jenis sumber daya alam yang digunakan.
7.     Siswa menuliskan jawaban-jawaban tentang hasil tabel yang dibuatnya.
8.     Siswa mengamati dan memprediksi bagaimana cara benda itu diolah.
9.     Siswa menyimpulkan tentang cara pengolahan sumber daya alam.
10.  Guru mengonfirmasi jawaban siswa.
Penugasan : Ayo Lakukan!
1.     Siswa mengambil atau memilih barang yang ada disekitar kelas.
2.     Siswa mengamati barang tersebut apakah barang tersebut diolah oleh bantuan manusia atau mesin.
3.     Siswa memberikan centang pada tabel yang sesuai dengan hasil pengamatan atau jawaban.
4.     Guru mengonfirmasi jawaban yaitu centangan dari siswa.
    150
    menit

Kegiatan
Penutup
1.     Guru menyampaikan pesan moral tentang  sikap terhadap Barang dan Jasa dengan bijak.
Penugasan
1.     Perhatikan orang-orang di sekitar lingkungan rumahmu. Tuliskan pekerjaan dan jenis produk yang dihasilkan (barang/jasa) oleh mereka.
2.     Salam dan do’a penutup.
Pengayaan
1.     Siswa dapat mencari informasi tentang teknologi modern dari sumber lain (buku perpustakaan, ensiklopedia, dan nara sumber (guru) di lingkungan sekolah.
    15
    menit

K.    SUMBER DAN  MEDIA
  1. Diri anak, Lingkungan keluarga, dan Lingkungan sekolah.
  2. Kartu yang disiapkan yang sesuai dengan metode pembelajaran.
  3. Buku Pedoman Tema 4 Kelas IV.
  4. Buku Pengembangan Diri Anak.

L.    PENILAIAN
1.     Prosedur Penilaian
a.     Penilain Proses
Menggunakan format pengamatan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran sejak dari kegiatan awal sampai dengan kegiatan akhir.
b.     Penilaian Hasil Belajar
Menggunakan instrumen penilaian hasil belajar dengan tes tulis dan lisan (terlampir).
2.     Instrumen Penilaian
a.   Penilaian Proses
1.   Penilaian Kinerja.
2.   Penilaian Produk.
b.   Penilaian Hasil Belajar
1.     Pilihan ganda.
2.     Isian singkat.
3.     Esai atau uraian.



Mengetahui
Kepala Sekolah,



SUPARTI RIANAWATI, S,Pd
NIP. 19570314 197707 2001
Karangabong, 21 November 2014
Guru Kelas IV C,



H.MAS’UD, S.Pd
NIP.  19621002 199001 1003









Kartu Jawaban :

Sebagai Petani

Memetik Daun Teh Di kebun Teh



Lampiran V

Lampiran VI
Lampiran VII
INSTRUMEN WAWANCARA

Nama Sekolah                : SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo
Tahun Ajaran                  : 2014 - 2015
Kelas/Semester            : IV C / I (Gasal)
Pokok Bahasan              : Tema 4 ( Berbagai Pekerjaan ) – Subtema 1
Siklus Ke-                         : I

1.     Hal menarik apa kamu dapatkan hari ini?
Jawaban Responden :
Sebagian responden menjawab bahwa mereka sangat senang karena selain belajar, mereka bisa bermain bersama. Akan tetapi mereka masih takut untuk bertanya dan menjawab, karena takut salah.
2.     Apa yang telah kamu pelajari hari ini?
Jawaban Responden :
Sebagian respponden menjawab berbagai jenis pekerjaan, hasil, dan tugas dari pekerjaan. Ada juga yang masih berfikir lama apa yang mereka pelajari tadi.
3.     Apakah pembelajaran saat ini menyenangkan?
Jawaban Responden :
Sebagian responden menjawab sangat menyenanglan, dan sebagian lagi menjawab bahwa mereka  juga tegang.
4.     Apakah materi pembelajaran saat ini lebih jelas dari sebelumnya?
Jawaban Responden :
Sebagian responden menjawab masih membingungkan dengan penjelasan dan arahan, karena bahasa yang kurang dimengerti.
5.     Apakah kamu lebih aktif menjawab soal atau pertanyaan dari sebelumnya?
Jawaban Responden :
Sebagian responden menjawab menyenangkan karena sambil bermain. Dan sebagian lagi menjawab masih ragu karena bingung.
6.     Apakah kamu ingin model pembelajaran seperti ini di ulang                                                                                                                                           kembali?
Jawaban Responden :
Sebagian responden menjawab tidak, karena membingungkan, dan sebagian lagi ingin dilang kembali karena sangat menyenangkan dan sudah mulai faham.




Lampiran VIII






















                                                    



Lampiran IX

 

Lampiran X

INSTRUMEN WAWANCARA

Nama Sekolah                : SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo
Tahun Ajaran                  : 2014 - 2015
Kelas/Semester            : IV C / I (Gasal)
Pokok Bahasan              : Tema 4 ( Berbagai Pekerjaan ) – Subtema 1
Siklus Ke-                         : II

1.     Hal menarik apa kamu dapatkan hari ini?
Jawaban Responden :
Semua responden menjawab bahwa mereka sangat senang karena selain belajar, mereka bisa bermain bersama. Mereka sudah berni dalam menanyakan materi bila mereka balum jelas dan mereka juga sudah berani dalam menjawab walaupun salah.
2.     Apa yang telah kamu pelajari hari ini?
Jawaban Responden :
semua responden menjawab berbagai jenis pekerjaan, hasil, dan tugas dari pekerjaan. Bagi siswa yang sebelumnya masih berfikir sudah mulai mengerti karena pada saat menjelaskan, guru mengkombinasikan gambar.
3.     Apakah pembelajaran saat ini menyenangkan?
Jawaban Responden :
Semua responden menjawab sangat menyenanglan dan pada saat mau berakhir, mereka sangat kecewa, karena mereka tidak bisa bermain sambil belajar lagi.
4.     Apakah materi pembelajaran saat ini lebih jelas dari sebelumnya?
Jawaban Responden :
Semua responden menjawab sudah mulai memahami dengan materi yang sudah dijelaskan dan pada saat bermain kartu.
5.     Apakah kamu lebih aktif menjawab soal atau pertanyaan dari sebelumnya?
Jawaban Responden :
Semua responden menjawab mereka lebih aktif menjawab, karena penjelasan materi yang disampaikan dengan cara  menjelaskan dan bermain kartu.
6.     Apakah kamu ingin model pembelajaran seperti ini di ulang                                                                                                                                           kembali?
Jawaban Responden :
Semua  responden menjawab iya, karena sangat menyenangkan dan mereka lebih memahami materi yang sedang berlangsung.






[1] Melvi L. Silberman, Active Learning, 101 Cara Siswa Belajar Aktif, (Bandung: Nusa Media, 2004), terj.Raisul Muttaqiem, 9
[2] Khairudin, et. al., Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Yogyakarta: Nuansa Aksara, 2007),  208.
[3] Masnur Muslich, KTSP, (Jakarta ; Bumi Aksara, 2008), 52.
[4] Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar,(Jakarta: Bumi Aksara, 2007), Cet. 6, 90-91
[5]Abaz Ariant. 2012. Makalah Model Pembelajaran Kooperatif, (online), (http://abazariant.blogspot.com/2012/10/makalah-model-pembelajaran-kooperatif.html), diakses tanggal 21 November 2014.
[6] Rusman, Model-model Pembelajaran, (Bandung : Rajagrafindo, 2012), 223.
[7] Miftahul Huda, Model-model Pengajaran dan Pembelajaran, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003), 135
[8] Miftahul Huda, 251.
[9] Rusman, 224.
[10] Miftahul Huda, 253.
[11] Rochiati Wiriaatmadja,  Metode Penelitian Tindakan Kelas, (Remaja Rosdakarya:Bandung, 2005), 125
[12] Rochiati Wiriaatmadja, 117

5 komentar: