PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK )
JUDUL
Upaya Peningkatan Keaktifan Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Type Make a Match di Kelas IV C SDN Karangbong
Gedangan Sidoarjo
Guru Kelas IV C
H. Mas’ud, S.Pd
OLEH:
Umi Faizatul Mu’minah D01212096
Prodi
Pendidikan Agama Islam (PAI)
Fakultas
Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK)
Universitas
Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)
Tahun
2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur
pemakalah panjatkan pada Allah Swt sehingga
penyusunan hasil atau
laporan PTK tentang Upaya peningkatan keaktifan siswa dengan
menggunakan model pembelajaran kooperatif type make a match di kelas IV C SDN
Karangbong Gedangan Sidoarjo untuk
bahan perkuliahan kami dapat terwujud.
Penyusunan hasil atau laporan PTK ini terdorong oleh kurangnya pengetahuan PTK didunia pendidikan. Berdasarkan keadaan tersebut, peneliti
memberanikan diri untuk menyusun hasil atau laporan PTK. Peneliti mencoba
menyampaikan materi sederhana yang mudah untuk dimengerti.
Kepada dosen
pembimbing saya yang selalu membimbing saya
dalam membuat hasil atau
laporan PTK ini, kami
mengucapkan terima kasih. Akhirnya, kritik dan saran dari sangat saya
nantikan demi kemajuan dan kesempurnaan karya tulis saya
selanjutnya.
Surabaya, Desember 2014
Peneliti
KATA
PENGANTAR
|
ii
|
DAFTAR
ISI
|
iii
|
BAB
I: PENDAHULUAN
|
|
A.
Latar Belakang
|
2
|
B.
Rumusan Masalah
|
3
|
C.
Tujuan
|
3
|
D.
Keguanaan
|
3
|
E. Hipotesis
|
4
|
BAB II :
KAJIAN PUSTAKA
|
|
A.
Keaktifan siswa
|
5
|
B.
Model pembelajaran kooperatif type make a match
|
7
|
BAB
III : METODE PENELITIAN
|
|
A.
Perencanaan
|
10
|
B.
Prosedur Pelaksaan
|
12
|
C.
Refleksi
|
13
|
D.
Subjek Penelitian
|
13
|
E.
Instrumen Penelitian
|
14
|
F.
Teknik Analisis Data
|
14
|
BAB
IV : HASIL dan ANALISIS PENELITIAN
|
|
A.
Siklus Pertama
|
15
|
B.
Siklus Kedua
|
19
|
BAB
V : PENUTUP
|
|
A.
Kesimpulan
|
23
|
B.
Saran
|
23
|
LAMPIRAN
- LAMPIRAN
|
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Pembelajaran
akan efektif manakala ada dua unsur yang berinteraksi dalam kegiatan belajar
mengajar (KBM) berlangsung yaitu, unsur guru dan siswa. Unsur guru yaitu guru
membantu siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM), memberi umpan
balik dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang sifatnya menantang, bisa
menginspirasikan gagasan siswa, bisa merubah tingkah laku siswa, dan meningkatkan
keaktifan siswa. Sedangakn unsur siswa yaitu dapat merenspon apa yang
disampaikan oleh guru.
Untuk
menumbuhkan sikap aktif dari siswa tidaklah mudah. Fakta yang terjadi adalah
guru dianggap sumber belajar yang paling benar. Proses pembelajaran yang
terjadi memposisikan siswa sebagai pendengar ceramah guru. Akibatnya proses
belajar mengajar cenderung membosankan dan menjadikan siswa malas belajar,
serta menyibukkan diri dengan apa yang mereka ingin lakukan.
Keberhasilan
proses kegiatan belajar mengajar pada dasarnya dapat diukur dari keberhasilan
siswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Keberhasilan itu dapat dilihat dari
tingkat keaktifan, pemahaman, penguasaan materi serta hasil belajar siswa,
Semakin tinggi keaktifan, pemahaman dan penguasaan materi serta hasil belajar
maka semakin tinggi pula tingkat keberhasilan pembelajaran.
Akan tetapi
dalam kenyataan yang ada, masih banyak KBM yang sedang dilaksanakan mempunyai
kendala yang dimana siswa masih kurang dalam tingkat keaktifan terutama siswa
laki-laki yang cenderung lebih mengutamakan mainannya sendiri, maka dari itu
untuk merangsang dan mengupayakan peningkatan keaktifan siswa, perlu adanya penelitian
yang akan mendukung proses KBM hingga mencapai keberhasilan yang diinginkan
oleh guru maupun siswa.
Pada dasarnya
banyak siswa yang masih mempunyai tingkat keaktifan dalam pembelajaran yang
masih kurang, terutama anak laki-laki. Factor atau masalah yang terjadi yaitu
antara lain karena mereka sibuk dengan mainan yang mereka beli dari uang saku
mereka, ketertinggalan pembelajaran karena seringnya tidak mengikuti KBM dengan
baik, tidak adanya perhatian orang tua terhadap siswa, kenakalan siswa yang
terjadi saat KBM berlangsung. Dalam faktor-faktor ini sedikit menjelaskan
keefektifan dalam pembelajaran yang masih kurang. Maka dari itu penting sekali
permasalahan ini diteliti dalam menindak lanjuti permasalahan yang ada agar
lebih memenuhi kriteria yang
diinginkan.
Dari hasil
observasi awal, dapat ditemukan kurangnya keaktifan siswa terutama laki-laki
dalam proses KBM. Maka dari itu saya selaku peneliti akan memberikan solusi
dalam permasalahan yang ada dengan metode pembelajaran kooperatif type make a match yang dimana lebih
menjadikan siswa lebih aktif dengan menggunakan jenis pembelajaran yang dapat
merangsang cara berfikir siswa dengan mencari pasangan sambil belajar dan dapat
menciptakan komunikasi antar siswa dan guru dengan baik dan efektif.
B.
Rumusan masalah
Bagaimana metode
pembelajaran kooperatif type
make a match dapat
meningkatkan keaktifan siswa kelas IV C
SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo?
C.
Tujuan
Metode pembelajaran kooperatif type make a match
dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas IV C
SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo.
D.
Kegunaan
Penelitian ini
diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penulis, siswa, guru maupun sekolah :
1.
Bagi Penulis,
dapat memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan metode pembelajaran
ceramah plus untuk meningkatkan keaktifan siswa.
2.
Bagi Siswa,
dapat memperoleh pengalaman baru dalam mencoba metode baru yang akan diterapkan
yaitu metode pembelajaran kooperatif type make a match dan dapat lebih meningkatkan keaktifan mereka dalam pengalaman baru
mereka.
3.
Bagi Guru,
diharapkan dapat menjadi masukan dalam mengatasi suatu permasalahan dalam kelas
yang dapat meningkatkan KBM menjadi lebih baik dan dapat memotivasi para guru
lainnya untuk mencoba metode yang serupa maupun dengan metode yang lain.
4.
Bagi Sekolah,
diharapkan dengan meningkatnya keaktifan siswa dapat meningkatkan mutu siswa
dan memperbaiki KBM menjadi lebih baik serta dapat menjadikan bahan
pertimbangan dan pengembangan dalam KBM.
E.
Hipotesis
Jika model pembelajaran cooperative type make a
match diterapkan, maka keaktifan siswa kelas 4C SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo
akan meningkat.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Keakftifan
siswa
1. Pengertian
keaktifan
Aktif berarti bahwa dalam proses pembelajaran guru menciptakan suasana yang
mendukung (kondusif) sehingga siswa aktif bertanya dan dapat mempertanyakan
gagasannya. Belajar aktif harus gesit, menyenangkan, bersemangat dan penuh
gairah.[1]
Dalam pembelajaran aktif, yang dimaksud aktif adalah pembelajaran yang
banyak melibatkan peserta didik dalam mengakses berbagai informasi dan
pengetahuan untuk dibahas dan dikaji dalam pembelajaran di kelas.[2]
Yang dimaksud meningkatkan dalam penelitian ini adalah upaya untuk
meningkatkan keaktifan, jadi meningkatkan berarti berusaha atau berupaya untuk
menjadi meningkat.
Supaya kegiatan aktif siswa dalam membangun pemahaman
berjalan, konsekuensinya partisipasi guru jangan sampai merebut otoritas dan
hak siswa dalam membangun gagasannya. Karena
keaktifan peserta didik dalam menjalani KBM merupakan salah satu kunci keberhasilan
pencapaian tujuan pendidikan.[3]
Jadi, mengaktifkan siswa bukan sekedar anak
terlihat aktif melakukan sesuatu, tetapi juga aktif dalam membentuk gagasannya
sendiri, dan guru hanya membantu memotivasi supaya siswa dapat berpikir dan
berbuat sesuatu yang membuat siswa dapat
mengambil kesimpulan sendiri.
2. Ciri-ciri
keaktifan belajar
Dalam setiap proses belajar, peserta didik selalu menampakkan keaktifan,
keaktifan itu beraneka ragam bentuknya. Mulai dari keadaan fisik yang mudah
kita amati sampai kegiatan psikis. Adapun jenis-jenis aktivitas belajar peserta
didik, menurut Poul B. Dierich sebagaimana dikutip oleh Oemar Hamalik,
menggolongkannya sebagai berikut:
a. Kegiatan-kegiatan
visual, misalnya; membaca,
melihat gambar-gambar, mengamati, eksperimen, demonstrasi, pameran mengamati
pekerjaan orang lain atau bermain.
b. Kegiatan-kegiatan lisan (Oral), misalnya; mengemukakan suatu fakta, atau prinsip,
menghubungkan suatu kejadian, bertanya, memberi saran, mengemukakan pendapat,
wawancara, diskus, dan interupsi.
c. Kegiatan-kegiatan
mendengarkan, seperti; mendengarkan
uraian, mendengarkan percakapan atau diskusi kelompok, mendengarkan musik,
mendengarkan siaran radio.
d. Kegiatan-kegiatan
menulis, seperti; menulis
cerita, menulis karangan, menulis laporan, merangkum, mengerjakan tes, mengisi
angket.
e. Kegiatan-kegiatan
menggambar, misalnya menggambar, membuat
grafik, chart, peta, pola, diagram.
f. Kegiatan-kegiatan
metrik, seperti; melakukan
percobaan, memilih alat-alat, melaksanakan pameran, membuat model,
menyelenggarakan permainan, menari dan berkebun.
g. Kegiatan-kegiatan
mental, misalnya merenungkan,
mengingatkan, memecahkan masalah, menganalisis faktor-faktor, menemukan
hubungan-hubungan, mengambil atau membuat keputusan.
h. Kegiatan-kegiatan
emosional, misalnya minat,
membedakan merasa bosan, gembira, berani, tenang, gugup dan sebagainya.[4]
3.
Faktor yang
mempengaruhi keaktifan siswa dalam
pembelajaran
Menurut Gagne dan Briggs, yang dikutip oleh Martinis, factor-faktor yang
dapat menumbuhkan timbulnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran yaitu :
a. Memberikan motivasi
atau menarik perhatian siswa, sehingga mereka berperan aktif dalam kegiatan
pembelajaran.
b. Menjelaskan tujuan
instruksional (kemampuan dasar pada siswa).
c. Mengingatkan kompetensi
belajar kepada siswa.
d. Memberikan stimulus
(masalah, topik, dan konsep yang akan dipelajari).
e. Memberi petunjuk kepada
siswa cara mempelajarinya.
f. Memunculkan aktifitas,
partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran.
g. Memberi umpan balik (feed
back).
h. Melakukan
tagihan-tagihan terhadap siswa berupa tes, sehingga kemampuan siswa selalu
terpantau dan terukur.
i. Menyimpulkan setiap
materi yang disampaikan di akhir pembelajaran.
Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dapat merangsang dan mengembangkan bakat yang
dimilikinya, siswa juga dapat berlatih untuk berfikir kritis dan dapat
memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.
B. Model
pembelajaran kooperatif type make a macth
1. Model
pembelajaran kooperatif.
Model pembelajaran kooperatif merupakan sistem
pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dengan
sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur. Berikut adalah karakteristik Pembelajaran Kooperatif :
a. Dalam kelompoknya, siswa haruslah beranggapan bahwa
mereka sehidup sepenanggungan.
b. Siswa memiliki tanggung jawab terhadap siswa
lainnya dalam kelompok, di samping tanggung jawab terhadap diri mereka sendiri
dalam mempelajari materi yang dihadapi.
c. Siswa haruslah berpandangan bahwa semua anggota di
dalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama.
d. Siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab
yang sama diantara anggota kelompoknya.
e. Siswa akan diberikan evaluasi atau penghargaan yang
akan berpengaruh terhadap evaluasi seluruh anggota kelompok.
f. Siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan
keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya.
g. Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual
materi yang ditangani di dalam kelompoknya.[5]
2. Pengertian
model pembelajaran kooperatif type make a macth
Model pembelajaran kooperatif tipe make a match merupakan model pembelajaran mencari pasangan yang
dikembengkan Lorna Currant (1994). Salah satu keunggulan teknik ini adalah siswa mencari
sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik, dalam suasana yang
menyenangkan.[6]
Model pembelajaran kooperatif tipe make a match merupakan salah satu alternative yang dapat
diterapkan kepada murid. Penerapan model ini di mulai dari teknik yaitu setiap
murid mendapat sebuah kartu, lalu secepatnya mencari pasangan yang sesuai
dengan kartu yang ia pegang. Suasana pembelajaran make a match akan riuh tetapi
sangat asik dan menyenangkan.[7]
3. Hal-hal yang perlu dipersiapkan
pada saat menerapkan model pembelajaran kooperatif type make a macth
Adapun persiapan yang harus dilakukan oleh guru
sebelum proses pembelajaran berlangsung yaitu sebagai berikut :
a.
Membuat beberapa pertanyaan sesuai dengan materi yang dipelajari (jumlahnya
tergantung tujuan pembelajaran) kemudian menulisnya dalam kartu-kartu
pertanyaan.
b.
Membuat kunci jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat dan
menulisnya dalam kartu-kartu jawaban. Akan lebih baik kartu jawaban dan kartu
pertanyaan berbeda warna.
c.
Membuat aturan yang berisi penghargaan bagi siswa yang berhasil dan sanksi
bagi siswa yang gagal (di sini, guru dapat membuat aturan ini bersama-sama
dengan siswa).
d.
Menyediakan lembar untuk mencatat pasangan-pasangan yang berhasil sekaligus
untuk pensekoran presentasi.[8]
4. Langkah-langkah
model pembelajaran kooperatif type make a macth
a. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi
beberapa konsep/topik yang cocok untuk sesi review (satu sisi berupa kartu soal
dan sisi sebaliknya berupa kartu jawaban).
b. Setiap siswa mendapat satu kartu dan
memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegang.
c. Siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu
yang cocok dengan kartunya (kartu soal/kartu jawaban).
d. Siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum
batas waktu diberi point.
e. Setelah babak kartu dicocokkan lagi agar
setiap siswa menadapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya.
f. Kesimpulan.[9]
5. Kelebihan dan
kekurangan model pembelajaran kooperatif type make a macth.
Adapun kelebihan dalam model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match (mencari pasangan) adalah
sebagai berikut.
a.
Dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, baik secara kognitif maupun
fisik.
b.
Karena ada unsure permainan, maka model pembelajaran ini menyenangkan.
c.
Meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari dan dapat
meningkatkan motivasi belajar siswa.
d.
Efektif sebagai sarana melatih keberanian siswa untuk tampil presentasi.
e.
Efektif melatih kedisiplinan siswa menghargai waktu untuk belajar.
Adapun kelemahan dalam model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match (mencari pasangan) adalah
sebagai berikut:
a.
Jika model pembelajaran ini tidak dipersiapakan dengan baik, akan banyak
waktu yang terbuang.
b.
Pada
awal penerapan model pembelajaran ini, banyak siswa yang akan malu berpasangan
dengan lawan jenisnya.
c.
Jika
guru tidak mengarahkan siswa dengan baik, akan banyak siswa yang kurang
memperhatikan pada saat prentasi pasangan.
d.
Guru
harus hati-hati dan bijaksana saat memberi hukuman pada yang tidak mendapatkan
pasangan, karena mereka bisa malu.
e.
Mengunakan model pembelajaran ini secata terus-menerus akan menimbulkan
kebosanan.[10]
BAB
III
METODE
PENELITIAN
A.
Perencanaan
Kelas yang
telah dipilih oleh peneliti saat ini
yakni kelas IV C SDN Karangbong Gedangan, di dalam proses pembelajaran yang harus
dicapai yakni efektif dalam pembelajaran. Namun, dalam proses pembelajaran yang
berlangsung secara realita terdapat suatu hal yang kurang efektif. Yakni adanya
kurang aktifnya proses pembelajaran secara langsung, pada kelas tersebut hanya
ada 45% yang aktif dan berani memberikan pendapat mereka. Sedangkan 55% yang kurang aktif dalam proses pembelajaran.
Para siswa hanya sibuk dengan dunianya sendiri (Permainan), mereka juga banyak
yang takut dalam memberikan komentar saat diberikan pertanyaan. Mereka juga
sering tidak masuk dalam proses pembelajaran yang karena para siswa diajak oleh
orang tuanya pulang ke desa asli mereka, karena sebagian siswa yakni dari orang
tua yang pendatang ke desa tersebut, tidak hanya itu kurang aktifnya mereka
juga karena adanya kurang perhatian orang tua mereka pada saat belajar dirumah
sebelum besoknya ada proses pembelajaran yang akan berlangsung. Dalam hal ini jelas bahwa keaktifan siswa
dalam proses pembelajaran tidak hanya peran guru yang aktif, akan tetapi orang
tua juga ikut berperan serta dalam hal itu.
1.
Mengungkapkan rancangan tindakan.
Untuk mengungkapkan rancangan tindakan sebelum
melakukan penelitian sangatlah pentin. Berikut adalah beberapa hal yang
disiapkan dalam rancangan :
a. Merancang jadwal rancangan selama pembuatan
proposal serta tindakan. ( Terlampir )
b. Menyiapkan materi yang sudah dipilih yaitu
tentang tema 4 subtema 1.
c. Merancang RPP sesuai dengan materi. (
Terlampir )
Setelah RPP dirancang, peneliti melakukan kesepakatan
dengan pihak mitra peneliti yakni guru atau wali kelas yang sebelumnya sudah
menyepakati adanya permasalahan dalam kelas.
Disini kesepakatan yang ada yakni kesepakatan
adanya solusi pembelajaran yang sudah dipilih yang sesuai dengan permasalahan
yang ada serta RPP. Setelah peneliti sharing dengan mitra sekolah. Maka
hasilnya yakni, pihak mitra sekolah menyepakati dan menyetujui adanya model
pembelajaran yakni model pembelajaran kooperatif type Make a Match serta RPP
yang sudah dipilih dan dibuat oleh peneliti.
2.
Merancang metode pengambilan data.
Untuk menghasilkan data yang valid dalam penelitian, peneliti harus
benar-benar jeli dalam mengambil pengambilan data yang nantinya akan dipakai
saat penelitian tindakan kelas. Disini peneliti memilih observasi selama
penelitian berlangsung serta wawancara terhadap responden yakni para siswa
serta guru yang akan mempraktekkan metode yang sudah dipilih oleh peneliti.
Berikut adalah penjabaran dari observasi dan wawancara yang sudah dipilh oleh
peneliti :
a. Observasi
Observasi
adalah suatu cara
pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap suatu obyek
dalam suatu periode tertentu dan mengadakan pencatatan secara sistematis
tentang hal-hal tertentu yang diamati. Bentuk kegiatan
observasi yang dilakukan dalam PTK ini menggunkanan model observasi terbuka.
Adapaun yang dimaksud observasi terbuka adalah apabila pengamat atau observer
melakukan pengamatannya dengan mencatatkan segala sesuatu yang terjadi di
kelas.
Hasil pengamatan dari
mitra peneliti serta
para siswa selanjutnya dijadikan
catatan data lapangan. Sumber informasi yang sangat penting dalam penelitian
ini (PTK) adalah catatan lapangan (field notes) yang dibuat oleh peneliti/mitra
peneliti yang melakukan pengamatan atau observasi.[11]
Yang dimana artinya bahwa
peneliti akan mengobservasi semua yang telah terjadi selama penelitian
berlangsung. Mulai dari keefektifan siswa yang nantinya diinginkan serta
peningkatan keaktifan yang diharapkannya nanti.
b.
Wawancara
Wawancara adalah
pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara verbal kepada orang-orang yang
dianggap dapat memberikan informasi atau penjelasan hal-hal yang dipandang
perlu.
Dalam PTK ini kegiatan wawancara
dilakukan oleh peneliti dan dibantu mitra peneliti kepada beberapa orang siswa
(sebagai sampel) yang terlibat dalam kegiatan PTK ini.[12]
Instrumen wawancara yang akan
diterapkan yakni berupa pertanyaan - pertanyaan yang akan disampaikan oleh
peneliti terhadap para siswa atau guru.
B.
Prosedur pelaksanaan tindakan dan pengamatan
1.
Mengungkapkan implementasi rancangan
tindakan
a. Kegiatan awal :
1) Mengkondisikan
siswa pada situasi pembelajaran.
2) Guru menjelaskan materi yang sudah dipilih
terlebih dahulu.
3) Menyampaikan kompetensi
dasar.
4) Memotivasi siswa.
b. Kegiatan inti :
1) Guru memberikan arahan terhadap siswa
bagaimana prosedur model pembelajaran yang akan dipakai.
2) Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi
beberapa konsep/topik yang cocok untuk sesi review (satu sisi berupa kartu soal
dan sisi sebaliknya berupa kartu jawaban). ( Terlampir )
5)
Mebagikan kartu kepada siswa, setiap siswa mendapat satu kartu dan memikirkan jawaban atau soal
dari kartu yang dipegang.
6)
Siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan
kartunya (kartu soal/kartu jawaban).
7)
Siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi
point.
8)
Setelah babak kartu dicocokkan lagi agar setiap siswa mendapat
kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya.
c.
Penutup :
1)
Kesimpulan : Guru menjelaskan kembali materi yang sedang diajarkan.
2.
Mengungkapkan cara melakukan
pengamatan dalam meningkatkan keaktifan siswa.
Dalam melakukan
penelitian dan menerapkan suatu model pembelajaran, tidak hanya melakukan dan
menerapkan. Akan tetapi peneliti juga perlu melakukan pengamatan dalam
penelitian tersebut.
Cara melakukan
pengamatan tersebut yakni dengan cara, peneliti harus bisa meradaptasi terhadap
para siswa sebelum adanya proses pembelajaran agar mengerti kenapa dalam proses
pembelajaran, para siswa kurang dalam hal keaktifan.
Saat proses
pembelajaran berlangsung, peneliti mengamati apakah ada beberapa siswa yang
masih belum aktif atau belum mengetahui bagaimana cara metode yang disampaikan
atau malah para siswa antusias sekali dalam pembelajaran tersebut serta sudah
mulai aktif dalam pembelajaran. Tidak hanya itu akan tetapi,perlunya mencatat
hal-hal yang terjadi dalam kelas itu juga penting dalam penelitian, karena
untuk mengetahui apakah para siswa sudah efektif dalam pembelajaran, artinya
sudah menunjukkan keaktifannya atau malah para siswa tidak antusias dengn model
pembelajaran tersebut.
Setelah proses
pembelajaran berlangsung, saatnya bercengkrama atau wawancara dengan para siswa
pun juga penting dalam pengamatan. Wawancara dilakukan pada saat pembelajaran
sudah usai.
C.
Refleksi
1.
Mengungkapkan cara melakukan
refleksi.
Setelah sudah mengetahui permasalahan yang ada
dalam kelas, yakni kurangnya keaktifan dalam proses pembelajaran. Kemudian
menemukan solusi yang sudah dicocokkan sebelumnya yang dimana diharapkan para
siswa bisa aktif kembali dalam proses belajar mengajar.
Selama melakukan refleksi, peneliti harus
benar- benar mengamati apakah para siswa sudah aktif sesuai dengan keefektifan
pembelajaran atau masih belum. Jika para siswa sudah memenuhi syarat keaktifan
dalam pembelajaran, maka solusi yang sudah dipilih akan terus diterapkan atau
lebih ditingkatkan lagi. Akan tetapi jika refleksi pertama masih belum
menunjukkan ketingkatan keaktifannya. Maka dilakukanlah refleksi kedua atau
siklus yang kedua.
Sebuah penelitian sangat mustahil apabila
hanya melakukan siklus pertama saja. Karena belum efektif sepenuhnya pada saat
hasil yang akan diterimanya.
2.
Mengungkapkan siapa saja yang
terlibat dalam melakukan refleksi.
Yang terlibat dalam melakukan refleksi peneliti dengan mitra sekolah yang terdiri dari guru (Wali Kelas).
D.
Subjek Penelitian
Dalam melakukan penelitian, pasti membutuhkan responden yakni para siswa
yang nantinya akan menjadi subjek penelitian. Pada penelitian saat ini,
peneliti telah mengumpulkan responden sebanyak 28 siswa yang dimana responden
tersebut yakni dari kelas IV C SDN karangbong tempat peneliti melakukan
penelitian. Yang terdiri dari :
Laki – Laki
|
17 Siswa
|
Perempuan
|
12 Siswa
|
Jumlah Keseluruhan
|
29 Siswa
|
E.
Instrumen Penelitian
Dari penjelasan
metode pengambilan data yang sudah disampaikan diatas, disini peneliti akan menggunakan
tehnik – tehnik yang nantinya akan diterapkan selama penelitian :
a. Observasi. ( Terlampir )
b. Wawancara. ( Terlampir )
F.
Teknik Analisis Data
Langkah-langkah yang perlu
dilakukan dalam analisis data adalah sebagai berikut.
a.
Memilih data (reduksi data)
Pada
langkah pemilihan data ini, pilihlah data yang relevan dengan tujuan perbaikan
pembelajaran. Data yang tidak relevan dapat dibuang, dan jika dianggap perlu, peneliti
dapat menambahkan data baru dengan mengingat kembali peristiwa atau fenomena yang
terjadi selama pelaksanaan rencana tindakan.
b.
Mendeskripsikan data hasil temuan (memaparkan
data)
Pada
kegiatan ini, peneliti membuat deskripsi dari langkah yang yang dilakukan
pada kegiatan memilih data (reduksi data) tersebut.
c.
Menarik kesimpulan hasil deskripsi
Berdasarkan
deskripsi yang telah dibuat pada langkah memaparkan
data tersebut, selajutnya dapat
ditarik kesimpulan hasil pelaksanaan rencana tindakan yang telah dilakukan.
BAB
IV
HASIL
dan ANALISIS PENELITIAN
A. Siklus Pertama
1.
Tindakan Pertama
Peneliti
telah menyusun jadwal pelaksanaan tindakan, yang mana nantinya jadwal tersebut
disampaikan pada mitra sekolah (kepala sekolah dan wali kelas) untuk diketahui
dan disetujui. Setelah jadwal pelaksanaan dibuat, langkah selanjutnya yaitu
menyusun RPP untuk pelaksanaan tindakan serta alat peraga yang sudah disiapkan.
2.
Tindakan Kedua
Sesuai
dengan pembelajaran pada kelas IV SD yang mana yaitu kelas tematik, maka
pembelajaran yang diterapkan yaitu tema 4 pada subtema 1 yang membahas tentang
jenis- jenis pekerjaan yang meliputi beberapa mata pelajaran, yaitu antara lain
IPA, IPS, dan Bahasa Indonesia.
Perangkat
pembelajaran yang digunakan pada siklus ini yaitu RPP, media kartu yang sesuai
dengan metode, serta buku permendikbud. Untuk RPP dapat dilihat pada lampiran.
Berikut
diuraikan langkah tindakan dalam pembelajaran, yakni sebagai berikut:
a.
Guru
menjelaskan materi yang sesuai dengan tema dan subtema yang telah dipilih.
b.
Jika
serasa sudah cukup, guru menerapkan model pembelajaran yang sudah dipilih.
c.
Para
siswa telah diberikan kartu, beberapa siswa diberikan kartu pertanyaan dan
beberapa siswa diberikan kartu jawaban.
d.
Setelah
semua kartu sudah disebar ke semua siswa, dalam hitungan ketiga siswa
diperintahkan untuk mencocokkan.
e.
Akan
tetapi guru juga membawa beberapa kartu yang mana nantinya siswa akan mencari
dan mencocokkan dengan kartu yang dibawa guru jika mereka tidak menemukan di
teman sebaya mereka.
f.
Jika
mereka sudah menemukan dan mencocokkan antara kartu pertanyaan dan jawaban,
para siswa diperintahkan untuk menulis dibuku mereka masing-masing, sebagai
catatan mereka.
g.
Model
pembelajaran tersebut diulang dua kali agar para siswa lebih memahami materi
yang sudah diberikan.
h.
Jika
serasa sudah cukup, maka guru membahas materi yang ada dibuku permendikbud yang
sesuai dengan kartu yang sudah diberikan, agar mereka lebih faham dengan materi
tersebut.
i.
Guru
memberikan arahan saat para siswa mengerjakan materi pada buku permendikbud.
j.
Mereka
mencocokkan kembali antara kartu yang sudah diterapkan dengan materi yang ada.
k.
Jika
serasa mereka sudah faham betul, maka guru memberikan beberapa soal yang sesuai
dengan materi untuk dikerjakan secara berkelompok yang terdiri dari 5-6 siswa.
l.
Setelah
waktu yang diberikan telah habis, maka semua soal kelompok akan dikumpulkan.
3.
Tindakan ketiga
Data
hasil penelitian berupa data observasi dan wawancara yang ada pada lampiran.
Teknik
Pengumpulan Data
|
Deskripsi
pelaksanaan
Dan hasil
yang diperoleh
|
Analisis
– Refleksi
|
1 Observasi
|
Pelaksanaan
observasi dilakukan oleh mitra sekolah (wali kelas) :
Siswa
a. Keaktifan para siswa
terlihat pada saat metode pembelajaran make a mathc diterapkan, serta pada
saat penugasan individu maupun kelompok.
b. Sebagian dari mereka
masih ada juga yang belum faham pada metode tersebut.
c. Media pembelajaran
sangat variatif, yakni kartu jawaban dan pertanyaan yang berwarna, yang
dimana nantinya akan bisa merangsang siswa.
Pengajar
a. Pada saat menjelaskan
materi, pengajar masih memakai media ceramah. Menjadikan siswa merasa bosan
dan tidak memahami materi.
b. Dalam reward atau
hadiah untuk diakhir pelajaran tidak diterapkan.
c. Tidak mengarahkan
atau menjelaskan materi untuk pertemuan yang akan datang.
Hal yang masih terlihat kurang pada siklus ini :
a. Pada siswa yang
berlatar belakang kurang dalam hal prestasi, mereka masih belum faham dan
mengerti dengan materi melalui cara pembelajaran yang telah diberikan.
b. Perlu persiapan pada
para siswa sendiri, dalam artian mereka seharusnya diberikan arahan agar
mereka mempelajari materi tersebut terlebih dahulu sebelum memasuki materi
yang akan diberikan.
c. Sebaiknya memberikan
penghargaan (hadiah) atau pujian terhadap siswa yang sudah berhasil dan yang
memberikan mptivasi bbagi yang masih belum maximal.
|
Refleksi
dilakukan antara peneliti dan mitra sekolah dengan cara berdiskusi.
Diskusi
ini membicarakan tentang data yang diperoleh dari observasi dan wawancara.
Hasil refleksi menyimpulkan bahwa :
a. Perlu memberikan
reward atau penguatan atau penghargaan (hadiah) agar para siswa termotivasi.
b. Siwa sebaiknya
diperintahkan untuk mempelajari materi yang akan disampaikan.
c. Pada saat menjelaskan
sebaiknya menggunakan bahasa yang mudah dimengerti para siswa.
|
2 Wawancara
|
Pada umumnya responden sangat antusias dengan metode
pembelajaran yang disampaikan,karena sangat termotivasi dan menyenangkan.
akan tetapi terkadang mereka masih ada ketegangan pada saat ingin bertanya
dan menjawab, karena mereka takut salah dan sebelumnya mereka belum ada
persiapan dalam materi yang disampaikan.
|
4.
Tindakan Keempat
Simpulan sementara yang dapat diperoleh dari hasil
observasi dan wawancara tersebut adalah bahwa :
a.
Dilihat
dari sisi proses dalam pembelajaran yang sudah diberikan disiklus 1 telah
menunjukkan adanya perkembangan keaktifan serta motivasi para siswa.
b.
Dilihat
dari sisi pengajar sudah memberikan optimalisasi dalam penyampaian materi serta
menerapkan model pembelajaran yang sudah dipilih.
c.
Dalam
upaya meningkatkan keaktifan siswa sudah mulai tampak, akan tetapi masih terdapat
hal – hal yang masih perlu peningkatan , antara lain :
1)
Pada
saat menjelaskan materi sebaiknya menggunakan bahasa yang dapat mengerti para
siswa.
2)
Perlunya
memberika reward atau penghargaan (hadiah) untuk memotivasi para siswa.
3)
Siswa
sebaiknya diperintahkan untuk mempelajari materi yang akan disampaikan maximal
satu minggu sebelumnya.
Berdasarkan kesimpulan yang sudah disampaikan, maka
peneliti serta mitra sekolah segera menyiapkan dan merancang perencanaan
pembelajaran untuk siklus yang kedua dengan memperhatikan temuan – temuan
diatas.
B. Siklus Kedua
1.
Tindakan Pertama
Untuk
siklus kedua, sama seperti perencanaan siklus pertama peneliti telah menyusun
jadwal pelaksanaan tindakan, yang mana nantinya jadwal tersebut disampaikan
pada mitra sekolah (kepala sekolah dan wali kelas) untuk diketahui dan
disetujui. Setelah jadwal pelaksanaan dibuat, langkah selanjutnya yaitu
menyusun RPP untuk pelaksanaan tindakan serta alat peraga yang sudah disiapkan.
2.
Tindakan Kedua
Sesuai
dengan pembelajaran pada kelas IV SD yang mana yaitu kelas tematik, maka
pembelajaran yang diterapkan yaitu tema 4 pada subtema 2 yang membahas tentang barang
dan jasa yang meliputi beberapa mata pelajaran, yaitu antara lain SBdP, IPA,
dan Bahasa Indonesia.
Perangkat
pembelajaran yang digunakan pada siklus ini yaitu RPP (terlampir), media kartu
yang sesuai dengan metode, serta buku permendikbud.
Berikut
diuraikan langkah tindakan dalam pembelajaran, yakni sebagai berikut:
a.
Guru
menjelaskan materi yang sesuai dengan tema dan subtema yang telah dipilih.dan
tidak lupa guru menanyakan apakah kemarin sudah mempelajari materi yang akan
disampaikan.
b.
Setelah
menjelaskan, guru memberikan gambar yang sesuai dengan materi agar para siswa
lebih faham dan apakah mereka sudah faham atau belum. Jika belum faham boleh
dipertanyakan.
c.
Jika
serasa sudah cukup, guru menerapkan model pembelajaran yang sudah dipilih.
d.
Para
siswa telah diberikan kartu, beberapa siswa diberikan kartu pertanyaan dan
beberapa siswa diberikan kartu jawaban.
e.
Setelah
semua kartu sudah disebar ke semua siswa, dalam hitungan ketiga siswa
diperintahkan untuk mencocokkan.
f.
Akan
tetapi guru juga membawa beberapa kartu yang mana nantinya siswa akan mencari
dan mencocokkan dengan kartu yang dibawa guru jika mereka tidak menemukan di
teman sebaya mereka.
g.
Jika
mereka sudah menemukan dan mencocokkan antara kartu pertanyaan dan jawaban,
para siswa diperintahkan untuk menulis dibuku mereka masing-masing, sebagai
catatan mereka.
h.
Dan
tidak lupa guru memberikan penghargaan (hadiah) bagi siswa yang sudah berhasil
pertama kali, akan tetapi tidak lupa juga memberikan nasihat bagi siswa yang
belum berhasil, agar siswa tidak putus asa dan iri dengan teman sejawatnya.
i.
Model
pembelajaran tersebut diulang dua kali agar para siswa lebih memahami materi
yang sudah diberikan.
j.
Jika
serasa sudah cukup, maka guru membahas materi yang ada dibuku permendikbud yang
sesuai dengan kartu yang sudah diberikan, agar mereka lebih faham dengan materi
tersebut.
k.
Guru
memberikan arahan saat para siswa mengerjakan materi pada buku permendikbud.
l.
Mereka
mencocokkan kembali antara kartu yang sudah diterapkan dengan materi yang ada.
m.
Jika
serasa mereka sudah faham betul, maka guru memberikan beberapa soal yang sesuai
dengan materi untuk dikerjakan secara berkelompok yang terdiri dari 5-6 siswa.
n.
Setelah
waktu yang diberikan telah habis, maka semua soal kelompok akan dikumpulkan.
3.
Tindakan ketiga
Data
hasil penelitian berupa data observasi dan wawancara yang ada pada lampiran.
Teknik
Pengumpulan Data
|
Deskripsi
pelaksanaan
Dan hasil
yang diperoleh
|
Analisis
– Refleksi
|
1.
Observasi
|
Pelaksanaan
observasi dilakukan oleh mitra sekolah (wali kelas) :
Siswa :
a. Sebagian besar siswa
sudah menunjukkan keaktifan mereka. Karena guru merangsang keaktifan mereka
dengan memperhatikan gambar dan memberikan pertanyaan.
b. Keaktifan para siswa
telah terlihat pada saat tanya jawab dengan memperhatikan gambar yang
disajikan. Mereka antusias sekali.
c. Keaktifan para siswa juga
terlihat pada saat penugasan individu maupun kelompok. Karena mereka sudah
memahami materi yang sudah dijelaskan.
d. Media pembelajaran
sangat variatif, yakni kartu jawaban dan pertanyaan yang berwarna serta
dikombinasikan gambar disampinknya, yang dimana nantinya akan lebih bisa
merangsang siswa.
e. Para siswa juga
diberikan penghargaan bagi yang sudah berhasil, akan tetapi bagi anak yang
belum berhasil diberikan motivasi serta nasehat agar mereka lebih semangat
dan tidak putus asa dan iri.
Pengajar :
a. Pada saat menjelaskan
pengajar sudah menggunakan media gambar. Menjadikan para siswa lebih faham
dari pertemuan yang lalu.
b. Pengajar juga menjadi
lantang dalam bersuara.
c. Pengajar juga sudah
memberikan reward dan hadiah untuk siswa yang sudah berhasil.
|
Refleksi dilakukan antara peneliti dan mitra sekolah
dengan cara berdiskusi.
Diskusi ini membicarakan tentang data yang diperoleh
dari observasi dan wawancara pada siklus 2. Hasil refleksi menyimpulkan bahwa
dengan menggunakan metode make a mathc dalam kegiatan penelitian ini menjadikan
kegiatan pembelajaran sudah mulai efektif dalam keaktifan para siswa kelas IV
C.
Oleh karena, kegiatan pembelajaran sudah mulai
efektif maka berdasarkan hasil refleksi kegiatan penelitian ini dianggap
selesai.
|
2. Wawancara
|
Pada umumnya responden lebih antusias dengan metode
pembelajaran yang disampaikan dibandingkan disiklus 1,karena sangat
termotivasi dan menyenangkan. Walaupun motivasi mereka masih bersifat
eksternal yaitu hanya ingin mendapatkan penghargaan (hadiah).
|
4.
Tindakan Keempat
Simpulan sementara yang dapat diperoleh dari hasil
observasi dan wawancara tersebut adalah bahwa kegiatan pembelajaran dengan
menggunakan model pembelajaran kooperatif type make a mathc ternyata memberikan
dampak adanya keefektifan para siswa dalam keaktifan mereka.
Berdasarkan simpulan sementara pada siklus 1 dan 2
dapat disimpulkan bahwa hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan kelas ini
yakni Jika model pembelajaran cooperative type make a
match diterapkan, maka keaktifan siswa kelas 4C SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo
akan meningkat, dapat diterima.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pelaksanaan penelitian tindakan kelas mengenai penerapan
model pembelajaran kooperatif type make a mathc pada siswa kelas IV C SDN
Karangbong Gedangan Sidoarjo yang berangsung selama 2 siklus dapat disimpulkan
:
1.
Selama berlangsungnya PTK, upaya
penerapan model pembelajaran kooperatif type make a mathc pada siswa kelas IV C
SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo dalam kegiatan keaktifan siswa berlangsung
dengan baik.
2.
Upaya penerapan model pembelajaran
kooperatif type make a mathc pada siswa kelas IV C SDN Karangbong Gedangan
Sidoarjo dalam kegiatan keaktifan siswa dikelola dengan baik memberikan hasil
yang sudah mulai efektif dalam kegiatan pembelajaran.
3.
Media pembelajaran dengan cara
mencocokkan kartu jawaban dengan pertanyaan atau sebaliknya dikombinasikan
dengan gambar cukup efektif dalam materi
tematik.
4.
Hipotesis
tindakan dalam penelitian tindakan kelas ini yakni Jika model pembelajaran cooperative type make a match diterapkan, maka keaktifan
siswa kelas 4C SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo akan meningkat, dapat diterima.
B. Saran.
Ditinjau dari hipotesis
tindakan dalam penelitian tindakan kelas ini yakni Jika model pembelajaran cooperative type make a match diterapkan, maka keaktifan
siswa kelas 4C SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo akan meningkat, yang dapat
diterima.
Diharapkn guru dapat menerapkan model pembelajaran cooperative type make a match pada
siswa kelas 4C SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo di materi – materi selanjutnya,
agar dalam kegiatan pembelajaran lebih efektif dan meningkat.
DAFTAR PUSTAKA
Ariant, Abaz. 2012. Makalah Model Pembelajaran Kooperatif,
(online), (http://abazariant.blogspot.com/2012/10/makalah-model-pembelajaran
kooperatif.html),
diakses tanggal 21 November 2014.
Hamalik, Oemar, Proses Belajar Mengajar. 2007. Jakarta: Bumi
Aksara.
Huda, Miftahul, Model-model Pengajaran dan Pembelajaran.
2003. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
Khairudin, et.al. Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan. 2007.Yogyakarta: Nuansa Aksara.
Muslich, Masnur, KTSP, 2008. Jakarta ; Bumi Aksara.
Rusman, Model-model Pembelajaran,2012. Bandung :
Rajagrafindo.
Silberman, Melvi L. Active Learning, 101 Cara Siswa Belajar
Aktif. 2004. Bandung: Nusa
Media. terj.Raisul Muttaqiem.
Wiriaatmadja, Rochiati, Metode
Penelitian Tindakan Kelas. 2005. Remaja
Rosdakarya:Bandung.
Yamin, Martinis, Kiat Membelajarkan Siswa. 2007. Jakarta:
Gaung Persada.
Lampiran
I
JADWAL PELAKSANAAN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS IV C
TEMA 4 ( Berbagai Pekerjaan ) –
Subtema 1 dan Subtema 2
SDN KARANGBONG GEDANGAN
SIDOARJO
TAHUN PELAJARAN
2014-2015
No
|
Kegiatan
|
Sept 2014
|
Okt 2014
|
Nop 2014
|
Des 2014
|
||||||||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||
1
|
Penyusunan proposal
|
||||||||||||||||
2
|
Penggalian data awal
|
||||||||||||||||
3
|
Penyempurnaan proposal
|
||||||||||||||||
4
|
Perencanaan umum
|
||||||||||||||||
SIKLUS 1
|
|||||||||||||||||
5
|
Tindakan 1
|
||||||||||||||||
6
|
Tindakan 2
|
||||||||||||||||
7
|
Tindakan 3
|
||||||||||||||||
8
|
Observasi dan wawancara
|
||||||||||||||||
9
|
Refleksi
|
||||||||||||||||
SIKLUS 2
|
|||||||||||||||||
10
|
Revisi Perencanaan siklus 2
|
||||||||||||||||
11
|
Tindakan 4
|
||||||||||||||||
12
|
Tindakan 5
|
||||||||||||||||
13
|
Tindakan 6
|
||||||||||||||||
14
|
Observasi dan wawancara
|
||||||||||||||||
15
|
Penyusuna Laporan
|
||||||||||||||||
14
|
Pameran hasil penelitian
|
||||||||||||||||
Lampiran II
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan : SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo
Kelas / Semester : IV C /1
Tema :
Berbagai Pekerjaan (Tema 4)
Sub Tema :
Jenis-Jenis Pekerjaan (Sub Tema 1)
Pembelajaran ke :
1
Alokasi waktu :
1 Hari
Siklus : 1
A. KOMPETENSI INTI
1. Menerima dan
menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri
dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru.
3. Memahami
pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar,
melihat, membaca) dan menanya
berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan
kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah.
4. Menyajikan pengetahuan
faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang
estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang
mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
B. KOMPETENSI DASAR
IPS
3.1 Mengenal manusia, aspek keruangan, konektivitas antarruang,
perubahan dan keberlanjutan dalam waktu, sosial, ekonomi, dan pendidikan
3.5 Memahami manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam,
sosial, budaya, dan ekonomi
4.1 Menceritakan tentang hasil bacaan mengenai pengertian ruang,
konektivitas antarruang, perubahan, dan keberlanjutan dalam waktu, sosial,
ekonomi, dan pendidikan dalam lingkup masyarakat di sekitarnya
4.5 Menceritakan manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan
alam, sosial, budaya, dan ekonomi.
IPA
3.7 Mendeskripsikan hubungan antara
sumber daya alam dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat
4.7 Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang teknologi yang
digunakan di kehidupan seharihari dan kemudahan yang diperoleh oleh masyarakat
dengan memanfaatkan teknologi tersebut.
Bahasa Indonesia
3.4 Menggali informasi dari teks cerita petualangan tentang lingkungan
dan sumber daya alam dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan
dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku.
4.4 Menyajikan teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber
daya alam secara mandiri dalam teks bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan
memilih dan memilah kosakata baku.
C. INDIKATOR
IPS
Mengidentifikasi
sumber bahan baku teh
1. Mengidentifikasi keberadaan jenis-jenis pekerjaan serta
hubungannya dengan kondisi geografis.
2. Menjelaskan proses industri teh.
IPA
1. Menjelasakan sumber daya alam di suatu daerah dan
menghubungkannya dengan jenis - jenis pekerjaan yang ada.
Bahasa Indonesia
1. Mengolah informasi tentang proses pembuatan teh
D. TUJUAN
Dengan
mengkaji bacaan tentang hubungan sumber daya alam dan pekerjaannya, siswa mampu
menjelaskan hubungan sumber daya alam dan pekerjaan yang ada di daerah
tersebut.
Setelah
menganalisa gambar, siswa mampu mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan yang ada
di kebun teh secara rinci.
Setelah
menganalisa peta siswa mampu mengidentifikasi kondisi geografis dan pekerjaan
dengan benar.
Setelah
mengamati gambar dan berdiskusi, siswa mampu menjelaskan hubungan antara sumber
daya alam dan kondisi geografis (dataran rendah, tinggi dan perairan).
Setelah
membaca teks petualangan “Ulil SI Daun Teh”, siswa mampu menjelaskan proses
daun teh menjadi teh tubruk secara runtut.
E. MATERI
Proses pembuatan teh, keadaan
wilayah tempat tinggal mereka dan jenis-jenis pekerjaan yang ada, peta
sederhana, bacaan tentang Ulil Si Daun Teh.
F. PENDEKATAN & METODE
Pendekatan :
Scientific
Strategi :
Cooperative Learning type make a macth
Teknik :
Example Non Example
Metode :
Permainan, Penugasan, Tanya Jawab, dan Ceramah
G. KEGIATAN
PEMBELAJARAN
Kegiatan
|
Deskripsi Kegiatan
|
Alokasi
Waktu
|
Kegiatan
Pendahuluan
|
1. Mengajak
semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk
mengawali kegiatan pembelajaran)
2. Melakukan
komunikasi tentang kehadiran siswa
3. Mengajak
siswa menyanyikan lagu yel-yel
4. Meminta
informasi dari siswa mengenai kegiatan piket yang telah dilaksanakan pada
pagi hari dan bertanya jawab tentang materi pembelajaran.
5. Guru
menyiapkan fisik dan psikhis anak dalam nengawali kegiatan pembelajaran serta
menyapa anak.
6.
Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
|
10
menit
|
Kegiatan
Inti
|
1. Guru
menjelaskan materi yang sesuai dengan tema dan submateri.
2. Guru
menerapkan model pembelajaran yang telah dirancang yang dimana langkah –
langkahnya sebagai berikut :
a.
Guru
memberikan arahan terhadap siswa bagaimana prosedur model pembelajaran yang
akan dipakai.
b.
Guru
menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep/topik yang cocok untuk
sesi review (satu sisi berupa kartu soal dan sisi sebaliknya berupa kartu
jawaban).
c.
Membagikan
kartu kepada siswa, setiap siswa mendapat satu kartu dan memikirkan jawaban
atau soal dari kartu yang dipegang.
d.
Siswa mencari
pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (kartu soal/kartu
jawaban).
e.
Siswa yang
dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi point.
f.
Setelah babak
kartu dicocokkan lagi agar setiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari
sebelumnya, demikian seterusnya.
g. Setelah itu para siswa diperintah untuk
menuliskan soal serta pertanyaan yang sudah dicocokkan.
3. Setelah
semua siswa mencocokkan dengan benar, guru memberikan tugas untuk lebih
menekankan materi yang sudah disampaikan dengan metode make a macth.
Penugasan :
1. Siswa
mengamati gambar proses pembuatan teh. Ingatkan siswa untuk memperhatikan
langkah-langkah proses tersebut secara detail.
a. Guru
berkeliling saat siswa mengamati gambar. Pastikan semua siswa melakukan
tugasnya.
b. Guru bisa
mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengarahkan siswa memperhatikan secara
rinci proses pembuatan teh yang ada dalam gambar.
c. Siswa
diminta berdiskusi dengan seorang teman untuk menjawab pertanyaan yang ada di
buku mengenai letak perkebunan teh, pekerjaan yang ada di perkebunan
tersebut, dan tugas dari setiap pekerja tersebut.
d. Siswa
menuliskan jawaban di buku.
Jawaban Penugasan:
1. Di manakah
letak perkebunan teh? (di pegunungan di dataran tinggi)
2. Pekerjaan
apa saja yang ada di perkebunan teh? ( pemetik teh, pengolah teh, dan
pengemas teh).
3. Apa tugas
dari masing-masing pekerja di kebun teh? (memetik teh, mengolah teh, dan
mengemas teh)
2. Siswa
mengamati tiga gambar yang berisi tiga jenis profesi dari di tiga tempat yang
berbeda.
a. Siswa
menuliskan keterangan tentang tiga jenis profesi tersebut di bagian bawah
gambar.
b. Siswa
diingatkan untuk mengisi keterangan tentang tiga jenis profesi tersebut
dengan teliti.
c. Siswa
menganalisis hubungan antara pekerjaan dan tempat bekerja. Kemudian,
menuliskan jawaban dari pertanyaan yang ada di buku.
d. Guru
menguatkan materi bahwa ada beberapa pekerjaan yang sangat berhubungan dengan
tempat mereka berada, seperti pemetik teh yang tinggal di pegunungan yang
disebut sebagai dataran tinggi dan nelayan di pantai yang tinggal di dataran
rendah.
3. Siswa
melakukan tugas individu yaitu menceritakan keadaan wilayah tempat tinggal
mereka dan jenis-jenis pekerjaan yang ada, serta menuliskannya di buku.
a. Guru
mengingatkan siswa untuk memperhatikan kondisi wilayah tempat tinggal mereka,
apakah di daerah dataran tinggi, dataran rendah, atau di daerah perairan.
b. Siswa
diharapkan mengetahui hubungan antara kondisi wilayah tempat tinggal dan
jenis pekerjaan yang ada.
c. Guru menutup
sesi pembelajaran dengan penguatan konsep bahwa ada beberapa jenis profesi
yang keberadaannya dipengaruhi oleh kondisi geografis.
4. Siswa
mengamati peta sederhana yang ada di buku.
a. Guru
mengingatkan siswa untuk memperhatikan secara rinci gambar-gambar yang ada di
dalam pulau dan memahami arti warna yang ada di kolom legenda.
b. Tujuan dari
kegiatan ini adalah untuk mengenalkan siswa tentang perbedaan warna yang ada
di peta.
c. Siswa
diingatkan untuk memprediksi jenis-jenis pekerjaan yang ada di daerah-daerah
yang terdapat di peta, misalnya pemetik teh di dataran tinggi dan nelayan di
wilayah perairan.
d. Siswa
menuliskan hasil pengamatan peta pada tabel di buku.
e. Siswa
membuat kesimpulan tentang isi tabel, bahwa kondisi geografis tempat tinggal
suatu masyarakat akan memengaruhi jenis-jenis pekerjaan masyarakat yang ada
di wilayah tersebut. Siswa menuliskan kesimpulan mereka di buku.
f. Guru
memberikan penguatan tentang materi yang telah dipelajari, bahwa kenampakan
wilayah permukaan bumi itu terdiri atas dataran rendah, dataran tinggi, dan
perairan, yang kemudian memengaruhi jenis-jenis pekerjaan yang ada di
masyarakat tersebut.
5. Siswa
membaca senyap, bacaan tentang Ulil Si Daun Teh.
a. Siswa
menyebutkan sebanyak mungkin pekerjaan yang ada dalam cerita.
b. Siswa
menuliskan proses Ulil Si Daun Teh sampai
menjadi teh
tubruk yang dapat dinikmati oleh semua
orang dalam
kolom yang tersedia di buku.
Tugas Berpasangan:
1.
Siswa bercerita pada teman pasangannya tentang proses
pembuatan daun teh secara singkat.
2.
Siswa kemudian saling menilai presentasi pasangannya
dengan memperhatikan criteria yang diharapkan, dalam rubrik penilaian.
Penilaian :
1.
Guru menerangkan kriteria yang ada dalam rubrik
penilaian.
2.
Guru juga menerangkan cara mengisi rubrik.
|
150
menit
|
Kegiatan
Penutup
|
1. Siswa
menuliskan pengalaman belajar tentang materi yang telah mereka pelajari,
yaitu hubungan antara pekerjaan seseorang dengan lokasi tempat tinggal. Siswa
menuliskan di buku.
2. Siswa
melakukan renungan dengan mengisi daftar periksa tentang kebiasaan terhadap
lingkungan sekitar dengan memberikan tanda (√). Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan
berdasarkan perenungan di Buku Guru.
3. Guru
menyampaikan pesan moral tentang sikap
terhadap Berbagai Pekerjaan dengan bijak.
Tugas :
1. Siswa
mencari informasi tentang pekerjaan orang tua masing-masing. Informasi berisi
tentang tugas dan wilayah tempat orang tua mereka bekerja.
2. Salam dan
doa penutup.
Pengayaan :
1. Siswa
menceritakan kelebihan atau keunikan yang dimiliki masyarakat di daerah
tempat tinggal masing-masing. Kelebihan atau keunikan tersebut berkaitan
dengan jenis-jenis profesi atau kekayaan alamnya.
|
15
menit
|
H. SUMBER DAN MEDIA
1. Diri anak.
2. Lingkungan
keluarga.
3. Lingkungan
sekolah
4. Buku Pedoman
Tema 4 Kelas IV.
5. Kartu yang
disiapkan yang sesuai dengan metode pembelajaran.
- Prosedur Penilaian
a. Penilain Proses
Menggunakan format pengamatan dilakukan dalam
kegiatan pembelajaran sejak dari kegiatan awal sampai dengan kegiatan akhir.
b. Penilaian Hasil Belajar
Menggunakan instrumen penilaian hasil belajar dengan tes
tulis dan lisan (terlampir).
- Instrumen Penilaian
a. Penilaian Proses
1) Penilaian Kinerja.
2) Penilaian
Produk.
b. Penilaian Hasil Belajar
1) Pilihan ganda.
2) Isian singkat.
3) Esai atau
uraian.
Mengetahui
Kepala Sekolah,
SUPARTI RIANAWATI, S,Pd
NIP. 19570314 197707 2001
|
Karangabong,
21 November 2014
Guru Kelas IV C,
H.MAS’UD, S.Pd
NIP.
19621002 199001 1003
|
Lampiran III
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan :
SDN Karangbong Gedangan Sidoarjo
Kelas / Semester :
IV C /1
Tema :
Berbagai Pekerjaan (Tema 4)
Sub Tema :
Barang dan Jasa (Sub Tema 2)
Pembelajaran ke :
1
Alokasi waktu :
1 Hari
Siklus : 2
A. KOMPETENSI INTI
1. Menerima dan
menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri
dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru.
3.
Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat,
membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk
ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah,
sekolah.
4.
Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas
dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang
mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak
beriman dan berakhlak mulia.
B. KOMPETENSI DASAR
SBdP
3.5 Mengetahui berbagai alur cara dan pengolahan media karya kreatif
4.14 Membuat karya kreatif yang diperlukan untuk melengkapi proses
pembelajaran dengan memanfaatkan bahan di lingkungan.
IPA
3.7 Mendeskripsikan hubungan antara sumber daya alam dengan
lingkungan,
teknologi, dan masyarakat
4.7 Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang teknologi yang
digunakan di kehidupan sehari-hari serta kemudahan yang diperoleh oleh
masyarakat dengan memanfaatkan teknologi tersebut.
Bahasa Indonesia
3.4 Menggali informasi dari teks cerita petualangan tentang
lingkungan dan sumber daya alam dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa
Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku
4.4 Menyajikan teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber
daya alam secara mandiri dalam teks bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan
memilih dan memilah kosakata baku
C. INDIKATOR
SBdP
Membuat
minuman tradisional sebagai karya yang melengkapi proses pembelajaran tentang
teknologi sederhana.
IPA
Menjelaskan
teknologi yang digunakan untuk memanfaatkan sumber daya alam Menyajikan laporan hasil
Pengamatan.
Bahasa Indonesia
Mengolah
informasi yang ada di teks dalam bentuk peta pikiran.
D. TUJUAN
1 Setelah membaca, siswa mampu mengolah informasi dari teks
dengan benar.
2 Setelah mengamati benda-benda di kelas, siswa mampu
memprediksi jenis teknologi yang digunakan untuk pengolahan
benda-benda di kelas dengan mandiri.
3 Setelah diskusi, siswa mampu berkreasi membuat sebuah
produk yang mengaplikasikan teknologi sederhana dengan memperhatikan langkah-langkah
yang diberikan, secara benar dan mandiri.
E. MATERI
Teks cerita tentang Pak Sukri, Jenis–Jenis Pekerjaan Penghasil Barang Dan Jasa, cara pengolahan
sumber daya alam, teknologi modern.
F. PENDEKATAN & METODE
Pendekatan : Scientific.
Strategi : Cooperative
Learning type make a macth.
Teknik : Example Non Example.
Metode : Permainan, Penugasan, Tanya Jawab,
dan Ceramah
J. KEGIATAN
PEMBELAJARAN
Kegiatan
|
Deskripsi Kegiatan
|
Alokasi
Waktu
|
Kegiatan
Pendahuluan
|
1.
Mengajak semua siswa berdo’a
menurut agama dan keyakinan masing-masing.
2.
Melakukan komunikasi tentang kehadiran siswa. Guru menyiapkan fisik dan psikhis
siswa dalam mengawali kegiatan pembelajaran, yaitu mengajak siswa
menyanyikan yel-yel penyemangat sebelum belajar. Menginformasikan
Tema/Sub Tema yang akan dibelajarkan. Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
|
10
menit
|
Kegiatan
Inti
|
4. Guru
menjelaskan materi yang sesuai dengan tema dan submateri.
5. Guru
menerapkan model pembelajaran yang telah dirancang yang dimana langkah – langkahnya
sebagai berikut :
h.
Guru
memberikan arahan terhadap siswa bagaimana prosedur model pembelajaran yang
akan dipakai.
i.
Guru
menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep/topik yang cocok untuk
sesi review (satu sisi berupa kartu soal dan sisi sebaliknya berupa kartu
jawaban).
j.
Membagikan
kartu kepada siswa, setiap siswa mendapat satu kartu dan memikirkan jawaban
atau soal dari kartu yang dipegang.
k.
Siswa mencari
pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (kartu soal/kartu
jawaban).
l.
Siswa yang
dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi point.
m.
Setelah babak
kartu dicocokkan lagi agar setiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari
sebelumnya, demikian seterusnya.
n.
Setelah itu
para siswa diperintah untuk menuliskan soal serta pertanyaan yang sudah
dicocokkan.
6. Setelah
semua siswa mencocokkan dengan benar, guru memberikan tugas untuk lebih
menekankan materi yang sudah disampaikan dengan metode make a macth.
Penugasan : Tahukah Kamu?
1.
Siswa
membaca teks cerita tentang Pak Sukri.
2.
Sambil
siswa mengerjakan tugas, guru juga mengarahkan materi yang sudah disampaikan.
3.
Guru
mengingatkan siswa tentang materi pekerjaan yang telah dipelajari pada minggu
sebelumnya.
4.
Siswa
menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam bentuk peta pikiran.
5.
Guru
menginformasikan bagaimana siswa menuliskan rangkuman/jawaban yang ada dalam
peta pikiran. Siswa dapat menuliskannya dalam kotak-kotak kosong yang ada
dalam tubuh gambar.
6.
Siswa
mengamati gambar dan menuliskan jenis pekerjaan dari gambar–gambar yang ada dan
menuliskan hasil kerja dari masing-masing pekerjaan.
7.
Siswa
menuliskan kesimpulan dari hasil mengisi jawaban.
Jenis–Jenis Pekerjaan Penghasil Barang Dan Jasa
Jenis–Jenis Pekerjaan ditinjau secara umum.
1. Setiap orang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Jenis-jenis pekerjaan dapat dibedakan berdasarkan hasil dari pekerjaannya,
yaitu barang dan jasa.
Pekerjaan yang menghasilkan barang.
1.
Jenis
pekerjaan ini menghasilkan barang yang dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan
hidup, seperti makanan, minuman, perabot rumah tangga, dan lain-lain.
2.
Perhatikan
contoh dan jenis-jenis pekerjaan serta hasilnya dibawah ini!
a. Petani menghasilkan padi, jagung, dan lain-lain.
b. Pengrajin menghasilkan meja, kursi, dan kerajinan
lainnya.
c. Peternak menghasilkan telur, daging, dan susu.
Pekerjaan yang menghasilkan jasa.
1.
Jenis
pekerjaan ini menghasilkan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kita
membutuhkan pendidikan, layanan kesehatan, layanan transportasi, dan
lain-lain.
2.
Dokter
merupakan pekerjaan yang menghasilkan jasa dalam bidang kesehatan.
3.
Perhatikan
contoh jenis pekerjaan serta jasanya berikut ini.
a. Guru berjasa dalam pendidikan.
b. Dokter berjasa dalam kesehatan.
c. Sopir berjasa dalam layanan transportasi.
4.
Jenis
pekerjaan lain yang menghasilkan jasa ialah montir, sopir, pengacara, polisi,
tentara, jaksa, hakim, pegawai negeri, perias pengantin, dan perawat.
Penugasan : Ayo Amati
1.
Siswa
mengamati gambar berbagai jenis pekerjaan pada kolom – kolom.
2.
Siswa
menuliskan nama pekerjaan serta hasil kerja dari gambar yang berisi berbagai
jenis pekerjaan.
3.
Siswa
memberikan tanda centang dan silang, sesuai dengan petunjuk pada soal.
4.
Siswa
memberikan kesimpulan dari gambar dan hasil jawaban mereka.
5.
Selama
siswa menjawab soal, guru juga memberikan arahan atau petunjuk sesuai dengan
materi.
6.
Siswa
mengamati berbagai jenis pekerjaan yang ada, menuliskan jenis barang yang
dihasilkan dari setiap pekerjaan mereka dan jenis sumber daya alam yang
digunakan.
7.
Siswa
menuliskan jawaban-jawaban tentang hasil tabel yang dibuatnya.
8.
Siswa
mengamati dan memprediksi bagaimana cara benda itu diolah.
9.
Siswa
menyimpulkan tentang cara pengolahan sumber daya alam.
10. Guru mengonfirmasi jawaban siswa.
Penugasan : Ayo Lakukan!
1.
Siswa
mengambil atau memilih barang yang ada disekitar kelas.
2.
Siswa
mengamati barang tersebut apakah barang tersebut diolah oleh bantuan manusia
atau mesin.
3.
Siswa
memberikan centang pada tabel yang sesuai dengan hasil pengamatan atau
jawaban.
4.
Guru
mengonfirmasi jawaban yaitu centangan dari siswa.
|
150
menit
|
Kegiatan
Penutup
|
1. Guru menyampaikan pesan moral tentang sikap terhadap Barang dan Jasa dengan bijak.
Penugasan
1.
Perhatikan
orang-orang di sekitar lingkungan rumahmu. Tuliskan pekerjaan dan jenis
produk yang dihasilkan (barang/jasa) oleh mereka.
2.
Salam
dan do’a penutup.
Pengayaan
1. Siswa dapat mencari informasi tentang teknologi modern
dari sumber lain (buku perpustakaan, ensiklopedia, dan nara sumber (guru) di
lingkungan sekolah.
|
15
menit
|
K.
SUMBER DAN
MEDIA
- Diri anak, Lingkungan keluarga, dan Lingkungan sekolah.
- Kartu yang disiapkan yang sesuai dengan metode pembelajaran.
- Buku Pedoman Tema 4 Kelas IV.
- Buku Pengembangan Diri Anak.
L.
PENILAIAN
1.
Prosedur
Penilaian
a.
Penilain
Proses
Menggunakan
format pengamatan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran sejak dari kegiatan
awal sampai dengan kegiatan akhir.
b. Penilaian Hasil
Belajar
Menggunakan instrumen penilaian hasil belajar
dengan tes tulis dan lisan (terlampir).
2.
Instrumen
Penilaian
a.
Penilaian
Proses
1.
Penilaian
Kinerja.
2.
Penilaian
Produk.
b.
Penilaian
Hasil Belajar
1.
Pilihan ganda.
2.
Isian singkat.
3.
Esai atau
uraian.
Mengetahui
Kepala Sekolah,
SUPARTI RIANAWATI, S,Pd
NIP. 19570314 197707 2001
|
Karangabong,
21 November 2014
Guru Kelas IV C,
H.MAS’UD, S.Pd
NIP. 19621002 199001 1003
|
Kartu Jawaban :
Sebagai Petani
|
Memetik Daun Teh Di kebun
Teh
|
Lampiran
V
Lampiran
VI
Lampiran VII
INSTRUMEN
WAWANCARA
Nama Sekolah :
SDN
Karangbong Gedangan Sidoarjo
Tahun Ajaran :
2014 -
2015
Kelas/Semester :
IV C / I
(Gasal)
Pokok Bahasan :
Tema 4 (
Berbagai Pekerjaan ) – Subtema 1
Siklus Ke- :
I
1.
Hal menarik apa kamu
dapatkan hari ini?
Jawaban
Responden :
Sebagian
responden menjawab bahwa mereka sangat senang karena selain belajar, mereka
bisa bermain bersama. Akan tetapi mereka masih takut untuk bertanya dan
menjawab, karena takut salah.
2.
Apa yang telah kamu
pelajari hari ini?
Jawaban
Responden :
Sebagian
respponden menjawab berbagai jenis pekerjaan, hasil, dan tugas dari pekerjaan.
Ada juga yang masih berfikir lama apa yang mereka pelajari tadi.
3.
Apakah pembelajaran saat
ini menyenangkan?
Jawaban
Responden :
Sebagian
responden menjawab sangat menyenanglan, dan sebagian lagi menjawab bahwa
mereka juga tegang.
4.
Apakah materi pembelajaran
saat ini lebih jelas dari sebelumnya?
Jawaban
Responden :
Sebagian
responden menjawab masih membingungkan dengan penjelasan dan arahan, karena
bahasa yang kurang dimengerti.
5.
Apakah kamu lebih aktif
menjawab soal atau pertanyaan dari sebelumnya?
Jawaban
Responden :
Sebagian
responden menjawab menyenangkan karena sambil bermain. Dan sebagian lagi
menjawab masih ragu karena bingung.
6.
Apakah kamu ingin model
pembelajaran seperti ini di ulang
kembali?
Jawaban
Responden :
Sebagian
responden menjawab tidak, karena membingungkan, dan sebagian lagi ingin dilang
kembali karena sangat menyenangkan dan sudah mulai faham.
Lampiran VIII
Lampiran IX
Lampiran X
INSTRUMEN
WAWANCARA
Nama Sekolah :
SDN
Karangbong Gedangan Sidoarjo
Tahun Ajaran :
2014 -
2015
Kelas/Semester :
IV C / I
(Gasal)
Pokok Bahasan :
Tema 4 (
Berbagai Pekerjaan ) – Subtema 1
Siklus Ke- :
II
1.
Hal menarik apa kamu
dapatkan hari ini?
Jawaban Responden
:
Semua
responden menjawab bahwa mereka sangat senang karena selain belajar, mereka
bisa bermain bersama. Mereka sudah berni dalam menanyakan materi bila mereka
balum jelas dan mereka juga sudah berani dalam menjawab walaupun salah.
2.
Apa yang telah kamu
pelajari hari ini?
Jawaban
Responden :
semua
responden menjawab berbagai jenis pekerjaan, hasil, dan tugas dari pekerjaan.
Bagi siswa yang sebelumnya masih berfikir sudah mulai mengerti karena pada saat
menjelaskan, guru mengkombinasikan gambar.
3.
Apakah pembelajaran saat
ini menyenangkan?
Jawaban
Responden :
Semua
responden menjawab sangat menyenanglan dan pada saat mau berakhir, mereka
sangat kecewa, karena mereka tidak bisa bermain sambil belajar lagi.
4.
Apakah materi pembelajaran
saat ini lebih jelas dari sebelumnya?
Jawaban
Responden :
Semua
responden menjawab sudah mulai memahami dengan materi yang sudah dijelaskan dan
pada saat bermain kartu.
5.
Apakah kamu lebih aktif
menjawab soal atau pertanyaan dari sebelumnya?
Jawaban
Responden :
Semua
responden menjawab mereka lebih aktif menjawab, karena penjelasan materi yang
disampaikan dengan cara menjelaskan dan
bermain kartu.
6.
Apakah kamu ingin model
pembelajaran seperti ini di ulang
kembali?
Jawaban
Responden :
Semua responden menjawab iya, karena sangat
menyenangkan dan mereka lebih memahami materi yang sedang berlangsung.
[1]
Melvi L. Silberman, Active Learning, 101 Cara Siswa Belajar Aktif, (Bandung:
Nusa Media, 2004), terj.Raisul Muttaqiem, 9
[2]
Khairudin, et. al., Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Yogyakarta:
Nuansa Aksara, 2007), 208.
[4]
Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar,(Jakarta: Bumi Aksara, 2007),
Cet. 6, 90-91
[5]Abaz
Ariant. 2012. Makalah Model Pembelajaran Kooperatif, (online), (http://abazariant.blogspot.com/2012/10/makalah-model-pembelajaran-kooperatif.html),
diakses tanggal 21 November 2014.
[7] Miftahul
Huda, Model-model Pengajaran dan Pembelajaran, (Yogyakarta: Pustaka
Pelajar, 2003), 135
[8]
Miftahul Huda, 251.
[9]
Rusman, 224.
[10]
Miftahul Huda, 253.
[11]
Rochiati Wiriaatmadja, Metode
Penelitian Tindakan Kelas, (Remaja Rosdakarya:Bandung, 2005), 125
[12]
Rochiati Wiriaatmadja, 117
Yag meng copy makalah di harap untuk comnet di bawah ini yaa!!
BalasHapusijin dwonlod ya... jazakumulloh
BalasHapusijin
BalasHapusijin
BalasHapusmnta filenya
BalasHapus